Showing posts with label animal. Show all posts
Showing posts with label animal. Show all posts

Kaktus Berjalan - adalah hewan, bukan tanaman
Hewan air ini diperkirakan sebagai kerabat dari nenek moyang arthropoda.

Kaktus berjalan (Discovery News)
Makhluk ini bukanlah tanaman, melainkan seekor hewan. Tak punya mata, atau bahkan mungkin tak punya kepala, dengan kaki yang mirip ranting berkulit keras dipenuhi oleh duri.
Fosil hewan berkaki 20 itu ditemukan di sebelah barat daya China oleh ilmuwan dari Northwest University Xi'an China bernama Jianni Liu.
Karena mirip dengan tanaman kaktus, maka mahluk ini dinamakan sebagai 'kaktus berjalan'.
Menurut Liu, hewan yang diberi nama Diania cactiformis itu hidup sekitar 520 juta tahun silam, di sepanjang dasar perairan dangkal.
Secara taksonomi, Liu mengatakan bahwa hewan ini masuk dalam grup Lobopodian, yakni cacing dengan kaki-kaki.
Kaktus air ini diperkirakan sebagai kerabat dari nenek moyang arthropoda. "Pentingnya temuan ini adalah karena arthropoda dalam terminologi spesies, adalah grup yang paling sukses di bumi," kata Liu, dikutip dari Discovery News.
Reconstruction of Diania cactiformis.
Rahasia kesuksesan mereka, Liu menambahkan, adalah kaki mereka. Organ itu berevolusi menjadi berbagai jenis bentuk, seperti membentuk cakar, insang, kaki kayuh, atau  kaki peluncur untuk melompat.
Menurut Jan Bergstrom dari Swedish Museum of Natural History Stockholm, hewan ini memang bukan nenek moyang langsung daripada arthropoda. Namunm ia mengisi kekosongan yang ada pada mosaik evolusi.


Sumber: Rimanews vivanews

Baru liat - elang juga makan kambing

an eagle was holding a sheep firmly (tempointeraktif.com)
Emang di daerah saya gak ada Elang. Yang saya tahu, Elang dalam cerita di TV lebih sering makanannya dikaitkan dengan binatang kelinci. Nah, setelah tahu gambar ini, ternyata saya baru tahu kalau Elang itu adalah burung yang besar sekali. Kambing aja bisa di-embat juga, terus ntar sapi apa juga diembat juga ya? Mungkin gak kali, sapi beratnya kan lebih besar dari domba. Entahlah, saya tidak tahu Elang itu besarnya.

Dalam foto di atas, itu adalah Elang jenis Golden Eagle besar yang terbang sambil mencengkram erat-erat seekor kambing. Kambing yang terlihat berdarah itu diperkirakan akan menjadi santapan si elang. Foto menakjubkan ini diambil di pegunungan pulau Mull, Skotlandia. Foto ini kemungkinan foto pertama yang berhasil mengabadikan seekor elang raksasa dengan rentang sayap dua meter membawa mangsa berupa kambing. Wah, gede banget.

Foto ini dibuat oleh seorang pengamat burung yang enggan disebutkan namanya. Dia juga menolak menyebutkan lokasi persis foto ini diambil. Dia takut petani yang marah karena hewannya menjadi mangsa akan memburu burung itu.

Burung elang jenis ini memang termasuk burung langka. Mereka ada sekitar 30 ekor dan dilindungi dalam area khusus yang tahun lalu habitat mereka sempat tercemar.

Sebelum mengambil foto ini, pengamat burung dan istrinya melihat beberapa burung elang yang berputar. "Ada beberapa mobil yang parkir di dekatnya, mereka lalu berputar-putar di udara," kata pengamat burung itu.

Tiba-tiba ada seekor elang besar yang terlihat membawa sesuatu. Ketika melihat melalui binokular mereka menduga itu seekor kelinci gunung. Tapi setelah semakin mendekat ternyata itu seekor kambing.

"Sebuah peristiwa yang sangat langka dan tidak mungkin saya lupakan," kata pengamat burung itu. Elang berjenis Golden Eagle dikenal sebagai pemangsa hewan berukuran besar dengan cara menjatuhkan mangsanya dari ketinggian.
Sumber rujukan: tempointeraktif

Burung-Burung Cenderawasih - burung canti' kali

Burung Cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes.
Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.
Jantan dewasa Cendrawasih Kuning-kecil,Paradisaea minor
Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga' oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.

Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya.

Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur (Mackay 1990).

Jenis-jenis dari Parasaeidae (wikipedia).
Genus Lycocorax
* Cendrawasih Gagak, Lycocorax pyrrhopterus

Genus Manucodia
* Manukodia Mengkilap, Manucodia atra
* Manukodia Jobi, Manucodia jobiensis
* Manukodia Leher-berkerut, Manucodia chalybata
* Manukodia Jambul-bergulung, Manucodia comrii
* Manukodia Terompet, Manucodia keraudrenii

Genus Paradigalla

* Paradigala Ekor-panjang, Paradigalla carunculata
* Paradigala Ekor-pendek, Paradigalla brevicauda

Genus Astrapia
* Astrapia Arfak, Astrapia nigra
* Astrapia Elok, Astrapia splendidissima
* Astrapia Ekor-pita, Astrapia mayeri
* Astrapia Stephanie, Astrapia stephaniae
* Astrapia Huon, Astrapia rothschildi

Genus Parotia

* Parotia Arfak, Parotia sefilata
* Parotia Karola, Parotia carolae
* Parotia Berlepschi, Parotia berlepschi
* Parotia Lawes, Parotia lawesii
* Parotia Timur, Parotia helenae
* Parotia Wahnes, Parotia wahnesi

Genus Pteridophora

* Cendrawasih Panji, Pteridophora alberti

Genus Lophorina
* Cendrawasih Kerah, Lophorina superba

Genus Ptiloris

* Toowa Cemerlang Ptiloris magnificus
* Toowa Timur Ptiloris intercedens
* Toowa Surga Ptiloris paradiseus
* Toowa Viktoria Ptiloris victoriae

Genus Epimachus

* Paruh-sabit Kurikuri, Epimachus fastuosus
* Paruh-sabit Coklat, Epimachus meyeri
* Paruh-sabit Paruh-hitam, Epimachus albertisi
* Paruh-sabit Paruh-pucat, Epimachus bruijnii

Genus Cicinnurus
* Cendrawasih Belah-rotan, Cicinnurus magnificus
* Cendrawasih Botak, Cicinnurus respublica
* Cendrawasih Raja, Cicinnurus regius

Genus Semioptera

* Bidadari Halmahera Semioptera wallacii
 
Genus Seleucidis

* Cendrawasih Mati-kawat, Seleucidis melanoleuca

Genus Paradisaea

* Cendrawasih Kuning-kecil, Paradisaea minor
* Cendrawasih Kuning-besar, Paradisaea apoda
* Cendrawasih Raggiana, Paradisaea raggiana
* Cendrawasih Goldi, Paradisaea decora
* Cendrawasih Merah, Paradisaea rubra
* Cendrawasih Kaisar, Paradisaea guilielmi
* Cendrawasih Biru, Paradisaea rudolphi


"Melampitta" Besar

* Melampitta Besar, "Melampitta" gigantea - dikelompokkan disini untuk sementara

Sebelumnya dikelompokkan disini

* Cendrawasih Loria, Cnemophilus loriae - mungkin lebih berkerabat dengan Melanocharitidae (pematuk buah beri) (Cracraft & Feinstein 2000).
* Cendrawasih Jambul, Cnemophilus macgregorii - mungkin lebih berkerabat dengan Melanocharitidae (Cracraft & Feinstein 2000).
* Cendrawasih Dada-kuning, Loboparadisea sericea - mungkin lebih berkerabat dengan Melanocharitidae (Cracraft & Feinstein 2000).
* Penghisap-madu Elok (sebelumnya "Cendrawasih elok"), Macgregoria pulchra - baru-baru ini ditemukan sebagai Burung penghisap madu (Cracraft & Feinstein 2000).
* Melampitta Kecil, Melampitta lugubris - beberapa waktu ditempatkan disini sementara; mungkin termasuk Orthonychidae


Ngomong-ngomong masalah burung Cenderawasih, ada yang mengelompokkan jenis Cenderawasih yang paling cantik. Berikut adalah 10 jenis yang cantik,



1. Lesser bird of paradise (Paradisaea minor)

Jantan dewasa Cendrawasih Kuning-kecil,Paradisaea minor
Lesser bird of paradise
Lesser bird of paradise dikenal dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan. Daerah penyabaranya meliputi seluruh hutan bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen.

2. Raggiana bird of paradise (Paradisaea Raggiana)
Raggiana bird of paradise
The Raggiana bird of paradise dikenal juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut. Memiliki panjang 34 cm panjang, berwarna merah-coklat keabu-abuan, iris kuning dan kaki berwarna cokelat keabu-abuan. Burung jantan memiliki mahkota kuning, tenggorokan zamrud-hijau tua dan kerah kuning di antara tenggorokan. Warna bulu sayap bervariasi dari merah ke jingga tergantung subspesies. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.

3. Astrapia Ribbon-tailed (Astrapia mayeri)
Astrapia Ribbon-tailed
Ini adalah salah satu burung cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh, panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya. Panjang burung dewasa mencapai 32 cm dengan ekor burung jantan yang bisa mencapai 1 meter. Burung jantan memiliki warna hitam dan hijau zaitun sedangkan burung betina berwana coklat. Burung jantan memilki ekor panjang berbentuk pita berwarna putih. Daerah penyebarannya ada di bagian tengah Pulau Irian.

4. Blue bird of paradise (Paradisaea rudolphi)
Blue bird of paradise
Namanya mengingatkan nama salah satu angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm, berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru. Sehingga disebut juga dengan Cendrawasih Biru. Blue Bird of Paradise adalah burung endemik Papua Nugini. Daerah penyebarannya meliputi pegunungan tenggara Papua Nugini.

5. Riflebird Paradise (Ptiloris paradiseus)
Riflebird Paradise
Kalau anda pernah melihat film Planet Earth, maka anda akan melihat burung ini. Burung ini memiliki panjang sekitar 30 cm dengan burung jantan berwarna hitam dengan warna-warni mahkota biru kehijauan, kaki hitam, iris coklat gelap dan mulut kuning. Burung betina jenis ini berwarna coklat zaitun. Merupakan endemik di Australia timur, Riflebird juga tersebar di hutan hujan di New South Wales dan pusat Queensland. Burung jantan dapat mengembangkan sayapnya dan memamerkannya seraya bergerak ke kanan dan ke kiri di hadapan burung betina untuk memikat mereka.

6. Red bird of paradise (Paradisaea rubra)
Red bird of paradise
Kita menamakannya Cendrawasih Merah, panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya. Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan. Merupakan endemik dari Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.

7. Lawes’s Parotia (Parotia Lawesii)
Lawes’s Parotia
Parotia lawesii berukuran sedang sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di tenggara dan timur Papua Nugini. Burung jantan memiliki warna hitam dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.

8. King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti)
King of Saxony bird of paradise
King of Saxonyi adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan pegunungan pulau Irian.

9. Wilson’s Bird of Paradise (Cicinnurus respublica)
Wilson’s Bird of Paradise
Wilson’s Bird of Paradise berukuran lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina berwarna kecoklatan dengan mahkota biru. Merupakan endemik Indonesia, dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.

10. Princess Stephanie’s Astrapia (Astrapia stephaniae)
Princess Stephanie’s Astrapia
Stephanie Astrapia berukuran sekitar 37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan. Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan. Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.

Sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=39658

8 Hewan Yang Bisa Memprediksikan Cuaca

Apakah dasar untuk Groundhogday adalah fakta atau fiksi, yang jelas tupai tanah ini muncul di saat awal-awal musim tertentu sebagai tanda berakhirnya sebuah musim.Dari katak sampai sapi, mereka adalah binatang diyakini mengetahui akan datangnya badai datang atau hari-hari dengan cuaca yang panas.

Katak


Amphibi dengan suara keras ini akan mngeluarkan suaranya yang parau dengan nada yang lebih panjang dan lebih nyaring dari biasanya ketika cuaca buruk membayang di cakrawala. Jadi, segera setelah Anda mendengar peningkatan volume mereka, Anda dapat mengasumsikan hujan dengan kapasitas angin yang kencang atau bahkan badai sedang terjadi.

Burung


Dengan mengamati pada seberapa tinggi mereka terbang, kita dapat mengukur seberapa buruk cuaca akan terjadi. Sudah dikatakan bahwa jika mereka terbang tinggi, cuaca akan cerah.
Tetapi jika mereka terbang lebih dekat ke tanah, tekanan udara dari sistem badai yang akan ataupun sedang terjadi menyebabkan mereka memilih untuk terbang lebih rendahi.

Sapi


Bahkan petani mengklaim hewan mereka dapat meramalkan cuaca.Menurut legenda, ketika sapi merasa cuaca akan menjadi buruk, sapi -sapi akan menunjukkan kegelisahannya, memukul lalat dengan ekor mereka dengan intensitas sangat sering, atau berbaring di padang rumput untuk menjadikan tanah lebih kering.

Lebah dan Kupu-kupu



Ketika lebah dan kupu-kupu telah menghilang dari bunga, Anda dapat memprediksikan cuaca buruk datang dengan cara Anda. cerita rakyat berlanjut bahwa jika mereka tidak di tempat-tempat yang biasa mereka hinggapi, ada sesuatu yang akan terjadi dengan cuaca.

Domba


"Ketika domba berkumpul di suatu kerumunan, besok akan ada genangan air oleh hujan." Meskipun sajak ini lucu, dengan datangnya cuaca bersama. diyakini akan terjadi cuaca buruk seperti angin kencang bhkan badai jika hewan-hewan ini berdesakan bersama-sama dan saling menjadi perisai satu sama lain.

Kepik


Salah satu serangga lucu sekitar juga dapat memberi kita petunjuk untuk memprediksikan cuaca: "Ketika kawanan kepik atau serangga terlihat, kita bisa berharap cuaca akan lebih hangat." Di sisi lain, jika Anda melihat serangga hitam dan merah mencari tempat tinggal, cuaca dingin sedang dalam perjalanan.

Semut


Dalam persiapan untuk cuaca buruk, semut merah dan hitam telah dikenal untuk membangun gundukan mereka lebih tinggi dan kokoh untuk perlindungan ekstra dan bahkan untuk menutup lubang gundukan '.
Jadi jika Anda melihat gundukan lebih tinggi di halaman Anda dari biasanya, mungkin lebih baik untuk menutup jendela.

Groundhogs


Di Amerika, legenda paling populer dari binatang yang dapat memprediksi cuaca Groundhog, dan yang paling terkenal adalah Groundhog Phil dari Punxsutawney, Pennsylvania.
Jika Phil melihat bayangannya, itu berarti akan ada enam minggu lagi musim dingin, tetapi jika tidak, kita dapat berharap untuk sebuah awal musim semi.
[taken from: danish net]

Laba-Laba ini suka dengan bau kaus kaki. hixixi..



Aneh-aneh aja ya binatang disekitar kita. Semua menunjukkan keunikan sendiri. Salah satunya laba-laba. Sebuah spesies laba-laba yang mangsa utamanya adalah nyamuk pembawa penyakit malaria, yakni Anopheles gambiae, sangat tertarik dengan bau keringat di kaus kaki.

Peneliti asal Inggris dan Kenya membuktikannya dalam sebuah eksperimen. Mereka menggunakan kaus kaki bekas pakai untuk mengetahui apakah laba-laba yang dimaksud juga memiliki sifat yang sama dengan sifat mangsanya, yakni tertarik dengan bau-bauan dari manusia.

Ternyata, laba-laba lompat tampak telah mengembangkan ketertarikan terhadap bau kaki manusia untuk membantu mereka menemukan mangsa. Temuan ini dilaporkan pada jurnal Biology Letters.

Menurut peneliti, manusia kini bisa ‘merekrut’ Evarcha culicivora, laba-laba lompat Afrika Timur tersebut, dalam memerangi malaria. Caranya dengan mengajak laba-laba itu tinggal di rumah yang dipenuhi dengan kaus kaki bau.

Fiona Cross, peneliti dari University of Canterbury, Inggris dan Robert Jackson, dari International Centre of Insect Physiology and Ecology, Kenya melakukan penelitian tersebut. Mereka tertarik meneliti spesies laba-laba itu karena laba-laba itu merupakan pemangsa satu-satunya yang secara spesifik memangsa nyamuk penyebab malaria tersebut.

“Kami memiliki kecurigaan bahwa bau manusia sangat menarik bagi laba-laba sebelum melakukan eksperimen ini,” kata Cross, seperti dikutip dari BBC, 21 Februari 2011. “Padahal umumnya, laba-laba ini tinggal di rerumputan tinggi di luar rumah atau di gedung-gedung yang ditinggali manusia."

Untuk membuktikan kecurigaan itu, mereka merancang peralatan eksperimen berbasis aroma yang disebut sebagai olfactometer. Mereka kemudian menempatkan laba-laba uji dalam sebuah wadah. Udara kemudian dipompakan ke masing-masing wadah. Masing-masing udara datang dari kotak yang berisi kaus kaki bersih dan kaus kaki bekas dipakai yang memiliki bau keringat kaki manusia.

Bagi tiap laba-laba, peneliti juga menyediakan pintu darurat agar mereka bisa melarikan diri kapan saja ke ruangan yang tidak diberi bau apapun.

“Ternyata, laba-laba yang diberi aroma kaus kaki bau betah berlama-lama di ruangan yang dihembuskan bau tersebut, dibandingkan laba-laba yang dihembuskan bau kaus kaki yang baru dicuci,” kata Cross. “Kenyataan bahwa laba-laba menemukan bahwa bau manusia sangat menarik belum pernah diketahui sebelumnya."

Cross menyebutkan, penemuan ini berkaitan dengan perilaku lain laba-laba ini. “Saat mereka menemukan bau darah, mereka bisa menjadi sangat rakus dan bisa membunuh hingga 20 nyamuk secara terus menerus, meski tidak memakan seluruhnya,” ucapnya.

Saat ini, kata Cross, mereka perlu mempelajari lebih lanjut perilaku seperti itu. “Mereka menjadi gila saat berada di sekeliling nyamuk yang sudah menghisap darah,” ucapnya.

Meski kedengarannya mengerikan, kedua peneliti yakin bahwa makhluk haus darah itu bisa membantu manusia dalam memenangkan pertempuran kompleks melawan malaria. “Laba-laba itu ada di lingkungan dan tersedia secara gratis,” kata Cross. “Lalu kenapa tidak kita mencari cara untuk memanfaatkan predator menarik ini?”

Cross dan rekan-rekannya kini mencari cara bagaimana manusia bisa mengundang laba-laba ini ke dalam rumah tanpa mengundang pula nyamuk. “Di kawasan yang dilanda wabah malaria, orang-orang perlu menyambut kedatangan makhluk tersebut ke dalam rumahnya,” ucapnya.

Tomcod mampu hidup di perairan beracun.

Tomcod adalah sejenis ikan mirip ikan cod yang ditemukan hidup dan mampu hidup di daerah parah yang terkena polusi atau pencemaran akibat limbah beracun. Apakah ikan ini bermutasi dan jadi mutan,so kebal dengan limbah beracun?

Ternyata bukan bermutasi sobat, menurut pakar-ilmuwan, ikan tersebut mengalami evolusi sehingga mampu beradaptasi dan mampu hidup dengan lingkungan beracun tersebut. Dengan berevolusi tersebut, ikan ini mampu mengatasi adanya bahan kimia berbahaya di sekitarnya.

Ikan ini mirip ikan cod biasa. Bedanya, ukuran ikan yang tinggal di kawasan sungai Hudson dan sekitarnya ini memiliki ukuran yang lebih kecil.

Sebagai informasi, sejak tahun 1947 sampai 1976, perusahaan seperti General Electric telah menghanyutkan PCB dan dioksin ke sungai di sekitar Hudson. Di tahun 1980-an, sekitar 95 persen ikan di kawasan tersebut ditemukan menderita tumor hati.

“Ternyata, semakin kami teliti, semakin banyak kami dapati adanya ikan-ikan yang tahan terhadap PCB dan dioksin,” kata Isaac Wirgin, toksikolog dari New York University, seperti dikutip dari Science, 19 Februari 2011.

Dari studi lebih lanjut, peneliti berkesimpulan bahwa pada beberapa ikan, polutan telah memasuki inti sel. Polutan itu kemudian telah mengganggu DNA dari gen tertentu sehingga membuat ikan-ikan menderita penyakit.

Secara kebetulan, tomcod memiliki gen yang mampu mentoleransi PCB dan dioksin. Dengan demikian, ikan yang memiliki gen ini mampu bertahan hidup lebih baik dibanding ikan lain.

Secara teknis, tomcod bukanlah mutan. Bahan kimia hanya menyerang kelompok ikan-ikan tertentu saja, sementara mereka mampu bertahan. Meski begitu, tetap ada dampak negatifnya.

“Umumnya, level PCB atau dioksin seperti ini akan membunuh organisme,” ata Wirgin. “Akan tetapi, di sini mereka bertahan hidup dan menjadi makanan bagi makhluk hidup lainnya,” ucapnya.

Wirgin menyebutkan, ikan atau makhluk hidup lain yang menyantap tomcod akan menyerap polutan yang ada yang belum tentu dapat ditanggung oleh gen tubuh mereka.

Selain itu, meski berhasil berevolusi hingga mampu bertahan terhadap polusi, ikan-ikan ini telah kehilangan kemampuan untuk mengatasi gangguan alami. “Misalnya seperti kondisi penurunan oksigen di air ataupun kenaikan temperatur air,” ucap Wirgin. Sumber: VIVAnews

Peneliti bilang: Jangan Sepelekan Kecerdasan Domba

Domba ternyata bisa lulus dalam sebuah psikotes yang biasanya gagal dilalui oleh monyet.
Penelitian terbaru ternyata mengungkapkan hal yang selama ini di luar perkiraan orang. Domba ternyata tidak sebodoh yang dikira selama ini.


VIVAnews - Penelitian terbaru ternyata mengungkapkan hal yang selama ini di luar perkiraan orang. Domba ternyata tidak sebodoh yang dikira selama ini.
Dr Laura Avanzo dan Dr Jeniffer Morton dari University of Cambridge mengatakan bahwa domba atau biri-biri ternyata cukup cerdas dan dapat membuat sebuah keputusan yang mandiri.

Dr Laura Avanzo dan Dr Jeniffer Morton dari University of Cambridge mengatakan bahwa domba atau biri-biri ternyata cukup cerdas dan dapat membuat sebuah keputusan yang mandiri.

"Domba hidup dalam sebuah kumpulan dan mereka kadang terlihat bodoh. Namun, saat Anda menemuinya sebagai sebuah individu, mereka bisa berlaku dengan cara yang berbeda," kata Dr Morton.

Dr Avanzo dan Dr Morton mengatakan, hal ini mirip dengan manusia di mana mereka bisa bersikap berbeda ketika mereka berada dalam sebuah kawanan dan dalam keadaan sendiri.

Temuan ini sendiri terjadi secara kebetulan, di saat peneliti hendak melakukan riset tentang Penyakit Huntington, yakni penyakit bawaan yang menyebabkan seseorang menjadi demensia atau pikun.

Dalam penelitian mereka, tujuh biri-biri betina jenis Ovis aries disertakan dalam serangkaian ujicoba. Mereka dihadapkan pada sepasang tempat makan berwarna berbeda, salah satunya diisi dengan makanan.

Kemudian mereka dihadapkan sepasang tempat makan yang dengan pola warna berbeda. Namun, ternyata berhasil belajar untuk belajar pola yang baru.

Menurut peneliti, biasanya hanya manusia dan primata-primata lain yang bisa merespon perubahan ini dengan mudah. Kebanyakan binatang besar berjuang keras untuk bisa melakukan hal itu. Sebab ini melibatkan bagian otak bernama prefrontal cortex.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa domba ternyata bisa lulus dalam sebuah psikotes yang biasanya gagal dilalui oleh monyet.

Domba juga memiliki ingatan yang sangat tajam. Ia mengingat teman-temannya selama dua tahun terakhir. Mereka bisa mengingat wajah baik wajah domba lain, maupun wajah manusia, bahkan mampu mengenalinya melalui gambar di foto. Oleh karenanya, kini para peneliti tak lagi meremehkan kecerdasan seekor domba.
Sumber: VIVAnews

Ilmuwan Temukan Jenis Nyamuk Baru

Dari penelitian, nyamuk tersebut sangat rentan terhadap parasit penyebab Malaria.
Satu jenis nyamuk baru telah berhasil diidentifikasi. Nyamuk itu berasal dari sub group Anopheles gambiae, spesies yang bertanggung jawab atas sebagian besar penyebaran malaria di seluruh Afrika.
Dari penelitian, diketahui bahwa nyamuk tersebut sangat rentan terhadap parasit yang menyebabkan penyakit Malaria. (doc Corbis)

Seperti dikutip dari Science, para ilmuwan yang menemukan spesies nyamuk baru itu khawatir karena nyamuk tersebut sangat mudah terkena parasit yang menyebabkan penyakit tersebut.

“Sampai saat ini, nyamuk jenis baru itu belum diklasifikasikan karena ia tinggal di kawasan yang jauh dari daerah di mana kami melakukan penelitian dan mengambil sampel,” kata Michelle Riehle, peneliti dari Pasteur Institute, Perancis.

Bersama rekan-rekannya yang melakukan penelitian di Burkina Faso, Riehle mengumpulkan nyamuk dari genangan serta kolam yang ada di sekitar perkampungan penduduk selama empat tahun.

Setelah diteliti, mereka menemukan bahwa nyamuk ini secara genetik berbeda dengan Anopheles gambiae yang sudah pernah tercatat sebelumnya.

Untuk itu, peneliti kemudian mengembangbiakkan nyamuk tersebut di laboratorium agar mendapatkan keturunan serta mengujicoba tingkat kerentanan mereka terhadap parasit yang bertanggung jawab terhadap penyakit malaria.

“Hasilnya, ternyata nyamuk ini sangat ringkih,” kata Riehle. “Bahkan lebih ringkih dibanding beberapa nyamuk biasa yang kita temukan di rumah,” ucapnya.

Meski demikian, Ken Vernick, salah satu peneliti lain dari Pasteur Institute menyebutkan bahwa mereka belum dapat mengetahui secara persis dampak tipe nyamuk yang baru ditemukan ini terhadap penyebaran malaria di kawasan tersebut. (umi)
VIVAnews

Gustave, Buaya Sungai Nil si Pemangsa Manusia

Sampai saat ini si Gustave telah membunuh lebih dari 300 orang.
Burundi, negara penuh konflik di Afrika memiliki seekor hewan pemangsa manusia yang paling mengerikan. Hewan itu adalah buaya sungai Nil jantan berukuran panjang 6 meter dan memiliki bobot sekitar 1 ton.
Gustave, buaya sungai Nil berusia 60 tahun lebih yang telah memangsa lebih dari 300 orang. (nationalgeographic.com)


Gustave, nama buaya itu, merupakan buaya sungai Nil terbesar yang pernah tercatat dan masih hidup sampai saat ini. Menurut penduduk sekitar dan Patrice Faye, seorang peneliti Prancis yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menangkap Gustave, sampai saat ini buaya itu telah membunuh lebih dari 300 orang.

Meski lebih besar dibanding ukuran rata-rata buaya sungai Nil, Gustave bukanlah buaya terbesar. Menurut penelitian, buaya berukuran 6 meter cukup lumrah di sejumlah kawasan Asia dan Australia. Guinness Book of World Record mencatat, buaya terbesar berasal dari kawasan timur India dengan panjang 7 meter.

Warga setempat menyebutkan bahwa Gustave membunuh bukan hanya untuk mencari makan, namun untuk bersenang-senang.

Setiap melancarkan serangan, ia membunuh beberapa orang lalu menghilang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Setelah itu ia muncul kembali di lokasi yang berbeda dengan tujuan untuk membunuh kembali. Menurut National Geographic, Gustave terakhir terlihat pada Februari 2008.

Selera makan Gustave juga berbeda dengan buaya pada umumnya. Dikabarkan, ia pernah membunuh kuda nil jantan – hewan sangat berbahaya yang umumnya dihindari oleh buaya – dan melahapnya.

Tubuh Gustave juga memiliki banyak guratan bekas luka akibat pisau, tombak, dan bahkan senjata api. Sebuah titik gelap di bagian atas kepalanya merupakan bekas jejak luka tembak yang sejatinya bertujuan untuk mengakhiri hidupnya. Seluruh pemburu, bahkan satu regu tentara sempat mencoba membunuhnya, namun gagal.

“Kami pernah mencoba menangkap Gustave dengan membuat jebakan besar di bawah air. Namun meski buaya itu muncul, ia tidak mendekat ke jebakan,” kata Faye, seperti dikutip dari Listverse, 16 Februari 2011 “Ia hanya berenang mengelilinginya,” ucapnya.

Faye menyebutkan, kini target untuk membunuh buaya yang diperkirakan  telah berusia lebih dari 60 tahun tersebut sudah diubah. “Kami kini ingin menangkap buaya tersebut untuk mengamankannya dan juga menyelamatkan kehidupan di sekitar sungai Nil,” ucapnya.

Saat ini, pemerintah Burundi telah menempatkan sebuah kurungan khusus di Ruzizi National Park yang siap menampung hewan pemangsa manusia paling mengerikan sepanjang sejarah tersebut. (umi)• VIVAnews 

Lumba-Lumba Bisa Ngobrol dengan Manusia

Memakai bahasa primitif, lumba-lumba dan ilmuwan berhasil membangun komunikasi dua arah.
Klik! Bak sepasang sahabat baru yang saling berbagi, sejumlah ilmuwan berhasil berkomunikasi dua arah dengan lumba-lumba meski hanya memakai bahasa konvensional.

Seperti diketahui, lumba-lumba masih menjadi makhluk hidup paling cemerlang kedua setelah manusia di dunia. Ia juga memiliki fitur otak yang kaya dan kecerdasan tinggi.

Memang, hewan mamalia pintar ini mudah kita temui di pusat satwa air, misalnya di Sea World. Di salah satu area pertunjukan, biasanya mereka berkomunikasi dengan para pawang di penangkaran. Sekelompok lumba-lumba akan menghibur para pengunjung dan kemudian sang pawang memberi ikan untuk sebagai hadiahnya.

Namun, kali ini ceritanya agak berbeda. Sejumlah ahli biologi perilaku baru saja berhasil membangun komunikasi dua arah dengan lumba-lumba liar di alam bebas pada studi pertamanya.

Dialah Dr Denise Herzing dan beberapa koleganya yang melakukan studi di Wild Dolphin Project Florida, Amerika Serikat. Mereka telah membentuk bahasa primitif dengan menggunakan suara, simbol, dan alat peraga.

"Sebelumnya sudah banyak penelitian seputar komunikasi antara manusia dan lumba-lumba, terutama di penangkaran. Mereka menggunakan ikan sebagai hadiah," kata Herzing pada Wired, Jumat 18 Februari 2011. "Tapi, iming-iming ikan di sini (Wild Dolphin Project) jarang digubris oleh lumba-lumba."

Eksperimen yang dilakukan melibatkan dua lumba-lumba dan dua ahli biologi. Para peneliti dimodali alat peraga seperti bola dan selendang untuk membantu lumba-lumba berkomunikasi.

Ketika lumba-lumba menekan tombol tertentu dengan hidungnya, maka peneliti melemparkan alat peraga yang sesuai ke dalam air. Demikian seterusnya. Hingga 3 bulan "kursus", peneliti bisa bermain dengan lumba-lumba hingga 40 sesi permainan, di mana satu sesi berdurasi setengah jam.

Dalam penelitian ini, Herzing menemukan bahwa anak lumba-lumba pria kurang tertarik berinteraksi dengna manusia. Sementara anak lumba-lumba perempuan terlihat sangat menikmati permainan.

"Ini memang waktunya anak lumba-lumba perempuan memiliki waktu bermain, karena nanti mereka akan menjadi seekor induk yang sibuk," jelas Herzing.

Dari 40 sesi, dia mengatakan, sesi bermain yang paling berhasil adalah ketika sejumlah ilmuwan berenang perlahan-lahan bersama lumba-lumba lalu saling kontak mata dan menirukan gerakan.

Untuk diketahui, studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Acta Astronautica.• VIVAnews

Kisah Unik di balik kehidupan Burung Maleo

Burung Maleo, burung endemik yang hanya ada di Pulau Sulawesi, ternyata lucu banget ya kisah hidupnya, unik dan lucu. Sekilas lihat gambarnya, saya kira ayam. he3x. Emang mirip ayam, sih. Tapi bedanya, maleo punya helm. Itu katanya. Saya belum pernah ke Sulawesi. But, paling tidak, kita perlu mengetahui satwa di negeri kita juga kan.

Burung Maleo adalah sejenis burung yang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm. Burung Maleo adalah satwa endemik Sulawesi, artinya hanya bisa ditemukan hidup dan berkembang di Pulau Sulawesi, Indonesia.
Burung Maleo yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo (Macrocephalon berarti kepala besar) termasuk dalam keluarga Megapode, artinya burung dengan kaki besar, namun yang unik, kaki Maleo justru paling kecil dalam keluarga Megapode. Dalam keluarga ini terdapat 22 jenis termasuk Burung Gosong atau Moyo yang banyak terdapat di Phillipina dan Maleo Maluku yang cuma ada di Maluku, tetapi hanya burung Maleo dan dua jenis lain dari 22 jenis dalam keluarga ini yang bertelur di dalam tanah. Burung Maleo (Macrocephalon maleo) memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan. Pakan burung ini terdiri dari aneka biji-bijian, buah, semut, kumbang serta berbagai jenis hewan kecil.
Tidak semua tempat di Sulawesi bisa ditemukan maleo. Sejauh ini, ladang peneluran hanya ditemukan di daerah yang memliki sejarah geologi yang berhubungan dengan lempeng pasifik atau Australasia. Populasi hewan endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi khususnya daerah Sulawesi Tengah, yakni di daearah Kabupaten Donggala (Desa Pakuli dan sekitarnya) dan Kabupaten Luwuk Banggai. Populasi maleo di Sulawesi mengalami penurunan sebesar 90% semenjak tahun 1950-an. Berdasarkan pantauan di Tanjung Matop,Tolitoli,Sulawesi Tengah, jumlah populasi dari maleo terus berkurang dari tahun ke tahun karena dikonsumsi dan juga telur-telur yang terus diburu oleh warga. Populasi terbanyaknya kini tinggal di Sulawesi Tengah.
Jumlah burung maleo sekarang ini diperkirakan kurang dari 10 ribu ekor. Untungnya Dinas Kehutanan Melalui Balai Taman Nasional Lore Lindu berhasil membuat penangkarannya di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan masyarakat setempat. Paling tidak usaha ini mampu sedikit meminimalisir bahaya kepunahan yang mengancam burung anti poligami ini. Wilayah Taman Nasional Lore Lindu, selain di kabupaten Donggala, juga meliputi 6 kecamatan di Kabupaten Poso. Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 464/Kpts-II/1999 tanggal 23 Juni 1999, Taman Nasional Lore Lindu dikukuhkan dengan luas kawasan 217.991,18 ha, luas inilah yang menjadi dasar pengelolaan Taman Nasional Lore Lindu saat ini. Di wilayah Taman Nasional Lore Lindu ini, populasi maleo ditaksir tinggal 320 ekor. Mengenai Taman Nasional Lore Lindu ini dapat dilihat di website resminya di http://lorelindu.info/  atau di http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=4617&Itemid=1504
Karena populasi maleo yang kian sedikit, burung unik dan langka ini dilindungi dari kepunahan. Maleo dikategorikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I. Akhirnya, satwa ini dinyatakan sebagai satwa yang dilindungi karena para pemburu liar sering sekali mengambil telur-telur Maleo seenaknya. Pemerintah membuat pantai khusus untuk konservasi atau penyelamatan maleo seluas 14 hektar yang terletak di Tanjung Binerean, Sulawesi Utara, dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone  di semenanjung minahasa. (saya bingung nulisnya, karena banyak referensi yang campur aduk, kalau salah mohon komentarnya.)
Banyak keunikan dari burung maleo ini mulai dari tubuh, habitat hingga tingkah lakunya, sehingga sangat layaklah untuk mendapat perlindungan dari pemerintah. Makanya tidak mengherankan jika sejak tahun 1990 berdasarkan SK. No. Kep. 188.44/1067/RO/BKLH tanggal 24 Pebruari 1990, Burung Maleo ditetapkan sebagai “Satwa Maskot” provinsi Sulawesi Tengah. Selain itu, Burung Maleo juga tercatat dalam LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1999 TANGGAL 27 JANUARI 1999 sebagai jenis satwa burung yang dilindungi.
Berikut ini adalah keunikan dari burung maleo yang saya dapat dari beberapa sumber dalam deskripsi sebagai berikut.

Perjuangan Seekor anak maleo
Berkaitan dengan keunikan dari burung Maleo, mungkin perlu tahu juga tentang perjuangan seekor maleo setelah menetas dari telurnya. Lucu dan imut, mungkin itulah kesan pertama kali saat melihat anak maleo yang baru menetas. Namun hal yang lebih mengesankan and mengagumkan adalah ketika melihat proses si anak maleo keluar dari dalam tanah setelah melewati masa “pengeraman”. Rasa kagum itu semakin bertambah begitu melihat si anak maleo yang baru saja mencapai permukaan tanah tersebut ternyata sudah bisa terbang. Ya, terbang. Tak seperti layaknya anak unggas pada umumnya yang butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa terbang. Begitulah keistimewaan anak maleo. Namun siapa sangka, di balik kelucuan dan istimewaannya, si anak maleo ternyata memikul beban yang begitu berat nyaris setelah ditetaskan. Tanpa kehadiran sang induk saat matanya pertama kali melihat dunia ini, tanpa bimbingan sang induk untuk mencari makan dan terbang, tanpa perlindungan sang induk di saat bahaya menghampiri, bahkan, untuk keluar dari cangkang dan muncul ke permukaan bumi ini pun mereka harus berjuang sendiri. Tak jarang diantara mereka dijumpai mati saat dalam “perjalanan” mencapai permukaan tanah, terkadang mereka dijumpai dengan kepala yang sudah nongol di permukaan tanah, tapi sudah mati dikerumuni semut. Terkadang pula mereka dijumpai berhasil mencapai permukaan tanah namun sudah tanpa kepala di badan. Paling tidak, begitulah sedikit gambaran penderitaan dan perjuangan yang harus dilalui oleh anak maleo.
Setelah maleo betina meletakkan telurnya di dalam lubang, maka secara bergantian atau bersamaan kedua induk maleo (jantan dan betina) menimbun telur tersebut dan kemudian membuat timbunan tipuan (untuk mengelabui pemangsa). Berbeda dengan jenis-jenis unggas lainnya, Maleo tidak mengerami telurnya. Pengeraman telur dibantu oleh panas bumi atau panas dari sinar matahari.
Keberhasilan penetasan akan sangat bergantung pada temperatur/suhu tanah. Hasil-hasil penelitian menginformasikan bahwa suhu atau temperatur tanah yang diperlukan untuk menetaskan telur maleo berkisar antara 32-35 derajat celsius. Lama pengeraman pun membutuhkan waktu sekitar 62-85 hari. Namun pernah juga tercatat ada telur yang menetas kurang atau malah lebih dari kisaran waktu tersebut.
Saat waktu yang tepat tiba, telur pun pecah dan anak maleo akan keluar. Anak maleo yang baru menetas harus keluar sendiri ke permukaan tanah tanpa bantuan sang induk. Perjuangan untuk mencapai permukaan tanah akan membutuhkan waktu selama kurang lebih 48 jam. Inipun akan tergantung pada jenis tanahnya. Sehingga tak jarang beberapa anak maleo dijumpai mati “ditengah jalan”. Tanah yang terlalu padat, akar-akan pohon yang terlalu rapat, lubang yang di gali terlalu dalam diduga menjadi faktor penyebab si anak maleo kehilangan banyak energi (kelelahan) hingga mengakibatkan kematian. sebelum mencapai permukaan tanah.
Lolos dari perjuangan panjang di dalam tanah, begitu kepala si anak maleo muncul ke permukaan, bahaya lain pun sudah menanti. Semut. Barangkali karena bulu-bulunya yang masih basah (dan bau amis telur) sehingga menarik perhatian semut mendatanginya. dan tak ada ampun lagi bagi si anak maleo yang kondisi sebagian badannya masih terhimpit tanah,
akhirnya pasrah digerogoti semut. Kematian pun tak bisa terelakkan lagi. Terkadang tubuh lemahnya (setelah melalui perjalanan panjang di dalam tanah) harus dia pasrahkan untuk seekor tikus yang juga sedang menanti buruan.Sudahkah berakhir sampai disitu? Ternyata belum. Di luar sana masih banyak bahaya menanti. Banyak pemangsa atau predator  berkeliaran siap mengancam kehidupan maleo ini. Soa-soa, adalah sebutan orang Sulawesi Bagian Utara bagi hewan bernama Biawak (Varanus sp). Tentunya kita sudah tahu kalau hewan yang satu ini adalah pemangsa utama bagi hewan peliharaan seperti ayam, begitu pula dengan maleo. Soa-soa adalah musuh utama bagi maleo. Selain mereka memangsa anak maleo, mereka pun adalah predator utama bagi telur maleo (selain manusia). Karena kemampuan penciuman mereka yang sangat tajam sehingga dengan mudah mereka menemukan telur maleo yang sudah tertimbun tanah sekalipun.
Bahaya lainnya datang dari Babi Hutan (Sus sp) dan burung pemangsa (seperti Elang). Lokasi peneluran maleo yang sebagian besar merupakan daerah terbuka, sangat memudahkan bagi burung elang untuk mengintai mangsanya. Anak maleo yang masih lemah pun menjadi sasaran empuk mereka. Belum lagi bahaya dari ular, atau bahkan manusia. hmmm… Sepertinya perjalanan si anak maleo menuju kedewasaan menghadapi perjuangan yang sangat berat. Tapi bukankah Tuhan telah menciptakan mahluknya dengan keistimewaannya masing-masing?

Anak yang mandiri
Mungkin ini dia alasannya mengapa sang induk Maleo meninggalkan telurnya tanpa diurus sesekalipun. Maksudnya, setelah bertelur, ditinggal begitu saja seperti tidak terjadi apa-apa. Dierami aja tidak. Sungguh kasian telur ini.Jadi, apa ya anaknya nanti. Eh, ternyata bukan sembarangan anak yang menetas. Dia adalah anak maleo yang mandiri seperti yang dituliskan di atas bagaimana perjuangannya mencapai permukaan tanah. Luar biasa. Selain itu, anak yang baru saja mencapai permukaan tanah sudah memiliki kemampuan untuk terbang dan mencari makan sendiri (tanpa asuhan sang induk). Hal ini dikarenakan nutrisi yang terkandung didalam telur maleo lima kali lipat dari telur biasa, sehingga kemampuan sayap dari maleo sudah seperti unggas dewasa yang bisa terbang.

Burung Maleo Si Burung Setia
Burung Maleo ternyata juga dianggap sebagai burung yang setia pada pasangannya, lho. Tapi, juga perlu penelitian ilmiah juga untuk membuktikannya. Ada juga yang bilang Burung Maleo Si Burung Anti Poligami atau bisa dibilang si Monogami. Wah, tambah unik aja. He3x.

Tonjolan di kepala
Ada yang bilang burung maleo punya helm, tapi menurut saya lebih cocok seperti tonjolan di kepala, mirip seperti tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Pada saat masih anak dan remaja, tonjolan di kepala ini belum muncul, namun pada saat menginjak dewasa tonjolan inipun mulai tampak. Diduga tonjolan ini dipakai untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya (Meskipun hal ini masih memerlukan pembuktian secara ilmiah).

Tidak suka terbang.
Meskipun memiliki sayap dengan bulu yang cukup panjang, namun lebih senang jalan kaki dari pada terbang.

Habitat dekat sumber panas bumi.
Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas sekitar gunung berapi atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas, dan daerah-daerah hangat dari panas bumi atau kondisi geothermal tertentu. Sebab di daerah dengan sumber panas bumi itu, Maleo mengubur telurnya dalam pasir.

Telur yang besar.
Maleo memiliki ukuran telur yang besar, mencapai 5 kali lebih besar dari telur ayam. Beratnya antara 240 hingga 270 gram per butirnya. Menurut cerita orang-orang, karena ukuran telurnya yang besar ini, burung ini pingsan setelah bertelur. Lucu banget!

Kenapa telur burung aleo dicari oleh pemburu?
Telur burung Maleo memiliki nilai ekonomis, yang lebih tinggi dibandingkan telur ayam, karena bentuknya yang lebih besar. Harganya di pasar gelap bisa mencapai 50 ribu rupiah per butir (mahal ya). Burung Maleo sebenarnya dapat bertelur dua kali dalam sebulan. Namun setiap bertelur (waktu musim bertelur), hanya satu telur yang dihasilkan. Bandingkan dengan ayam, kalu udah waktu bertelur, dapat bertelur sekali per hari.

Upaya Pelestarian Burung Maleo
Dari hasil riset The Nature Conservancy, sebuah LSM internasional yang bergerak dalam konservasi lingkungan, dari sepuluh habitat burung Maleo di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah, kini hanya tinggal 4 habitat saja. Sisanya telah rusak dan punah.
Penyebab utama terancamnya kelestarian burung Maleo tidak hanya telurnya diambil manusia, tetapi juga ganggan dari predator alaminya, yakni biawak dan tikus hutan.
Selain itu, pembukaan lahan hutan untuk perkebunan, dan kebakaran hutan juga menjadi penyebab rusaknya habitat asli burung Maleo. Salah satu habitat burung Maleo yang masih dapat dijumpai di kawasan Sulawesi Tengah adalah di Saluki, kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
Untuk mencapai Saluki, dapat ditempuh dengan menggunakan mobil hingga Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Donggala.
Desa ini berjarak sekitar 45 kilometer arah selatan dari Kota Palu, ibukota Sulawesi Tengah. Selepas dari Desa Tuva, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan sepeda motor sejauh 4 kilo meter.
Di Balai Taman Nasional Lore Lindu di Saluki inilah dilakukan upaya pelestarian terhadap burung Maleo. Lokasi penangkaran terletak di kawasan habitat aslinya, karena hanya di tempat semacam inilah burung maleo dapat berkembang biak.
Di lokasi ini terdapat sembilan kandang penangkaran. Telur burung Maleo disimpan di dalam lubang tanah yang berpasir di dalam kandang, dan akan menetas sendiri dalam waktu 76 hingga 90 hari.
Penangkaran burung Maleo ini turut melibatkan masyarakat sekitar. Salah seorang diantaranya adalah Ambo Tuo.
Kakek tiga orang cucu berusia 60 tahun ini, bersama 10 orang warga lainnya secara sukarela membantu polisi hutan menjaga kelestarian burung Maleo. Di 9 tempat penangkaran di Saluki ini terdapat sekitar 178 ekor burung Maleo.
Sementara di seluruh Taman Nasional Lore Lindu, jumlah populasi burung Maleo diperkirakan mencapai 500 ekor.
Menurut Herman Sasia, koordinator lapangan pelestarian burung Maleo Balai Taman Nasional Lore Lindu, gangguan terbesar dalam melestarikan burung Maleo datang dari predator alamnya, yakni biawak. Selain itu tangan jahil manusia yang mengambil telur burung Maleo.
Kawasan Saluki di Taman Nasional Lore Lindu ini merupakan salah satu tempat penangkaran burung Maleo, yang bisa dijadikan model bagi penyelamatan burung langka.
Kerjasama antara petugas dan warga setempat terbukti mampu menjaga kelestarian burung Maleo.


BURUNG MALEO TERANCAM TINGGAL CERITA
Ini mungkin berita lama, tapi pengen saya attach disini juga.

GORONTALO, KOMPAS.com — Alih fungsi belasan ribu hektar hutan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone atau TNBNW, Gorontalo, mengancam populasi dan habitat burung maleo. Hal ini disampaikan seorang pegiat lingkungan hidup di Gorontalo, Senin (7/6/2010).  
"Dengan diputuskannya pengalihan hutan konservasi di TNBNW seluas 14.000 hektar menjadi hutan produksi, cepat atau lambat hal itu akan mengancam Maleo," kata Muhammad Djufryhard, pengurus Komunitas untuk Bumi (Kubu) Gorontalo. Kelompok ini merupakan gabungan dari berbagai elemen yang memerhatikan masalah pelestarian alam dan lingkungan.
Menurut Muhammad, Hutan Hungoyono yang selama ini menjadi wilayah konservasi dan habitat burung maleo atau Macrocephalon maleo termasuk kawasan yang terkena kebijakan alih fungsi tersebut.
"Kawasan hutan konservasi itu dialihfungsikan menjadi hutan produksi," katanya.
Saat ini, kegiatan perlindungan dan penangkaran burung maleo menurutnya masih berlangsung. Sejak 2003, petugas konservasi telah berhasil melepas 2.600 anak burung maleo ke alam bebas. Anak-anak burung itu sebelumnya menetas di kawasan konservasi.
Maleo merupakan burung endemik yang hanya bisa dijumpai di Pulau Sulawesi. Burung yang dikenal antipoligami itu hanya bisa hidup dan bertelur di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau memiliki energi panas bumi.
"Kepunahan burung maleo di Hutan Hungoyono tinggal menunggu waktu saja. Izin pengelolaan hutan produksi akan membuat populasinya menjadi lebih sedikit dan bahkan akan hilang sama sekali," kata dia.  
Alih fungsi hutan taman nasional menjadi hutan produksi itu diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Menurut dia, kondisi ini antara lain dipicu oleh penambangan emas tanpa izin yang sedang marak.

Sumber:
http://www.indosiar.com/ragam/54835/upaya-melestarikan-burung-maleo

gambar burung maleo:

burung maleo, yang mirip ayam..
sepasang burung maleo yang setia
burung maleo yang mau membuat sarang
burung maleo yang menggali lubang di pasir

telur maleo yang besar, 5 kali besarnya telur ayam
anak maleo
kepala anak maleo yang terlihat nongol di permukaan tanah.

Komodo Terancam Ditangguhkan Sebagai Finalis New 7 Wonders, Kenapa?

Dalam catatan saya kali ini, saya akan menulis tentang "Komodo Terancam Ditangguhkan Sebagai Finalis New 7 Wonders, Kenapa?"
Komodo merupakan salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Komodo dipercaya merupakan hewan purba yang masih hidup sampai sekarang. Ohya, kenapa ya komodo terancam ditangguhkan sebagai Finalis New 7 Wonders.[]

JAKARTA, RIMANEWS- The New7Wonders Foundation', lembaga internasional yang tengah menyelenggarakan pemilihan tujuh keajaiban dunia, secara mengejutkan mengumumkan pada Senin (31/1), akan menangguhkan 'Taman Nasional Komodo' sebagai salah satu finalis Tujuh Keajaiban Dunia pada 7 Februari mendatang.

Dalam laman resminya, www.new7wonders.com, lembaga yang bermarkas di Swiss itu mengutarakan alasan mereka menangguhkan 'Taman Nasional Komodo' dari pemilihan Tujuh Keajaiban Dunia karena salah satu pihak telah "melanggar komitmen hukum dan perjanjian resmi" yang sebelumnya disepakati.

Menurut Bernard Weber, presiden New7Wonders Foundation, seperti dikutip The Jakarta Globe, pelanggaran itu berupa tidak dihormatinya kesepakatan yang menetapkan Jakarta sebagai tempat pengumuman resmi tujuh keajaiban dunia, pada 11 November 2011.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dianggapnya tidak serius menanggapi hal pelanggaran itu.

Weber bahkan menulis surat pribadi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meminta agar permasalahan ini segera diselesaikan.

"Saya percaya Anda memiliki visi, keberanian, dan kapasitas untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi keprihatinan utama dari seluruh rakyat Indonesia," demikian tulis Weber dalam suratnya.


Weber bahkan mengancam akan menarik Taman Nasional Komodo dari pemilihan itu dan menggantinya dengan kandidat lain jika gagal mencapai kesepakatan dengan pihak Indonesia.

Taman Nasional Komodo sendiri kini berada di peringkat sepuluh, dari 28 finalis yang ikut bersaing dalam kompetisi itu.

Sayangnya jutaan suara yang telah memilih Komodo untuk menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia akan sia-sia jika The New7Wonders Foundation dan pihak terkait di Indonesia gagal mencapai kata sepakat.(ant/ian) []

Tentang Burung Camar

burung camar yang bertengger

Dalam catatan saya kali ini, saya akan menulis tentang "Burung Camar". Pernah mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata? Lagu itu berjudul BURUNG CAMAR. Saya pengen ngerti lebih jauh tentang burung camar. maka saya buat catatan ni. he3x.

Info yang saya dapatkan dari wikippedia sebagai berikut:

Camar (atau Burung Camar) adalah burung yang berada pada familia Laridae. Mereka masih berkerabat dengan burung dara-laut (familia Sternidae). Sampai saat ini, kebanyakan Camar berada pada genus Larus, namun baru diketahui bahwa Camar adalah polyphylla, sehingga muncul beberapa genera.

burung camar terbang

Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Charadriiformes
Upaordo: Lari
Famili: Laridae

Burung Camar umumnya berukuran sedang hingga besar, dan berwarna abu-abu atau putih, kadang dengan warna kehitaman di kepala atau sayap. Mereka kadang berteriak atau menguak dengan keras. Burung ini memiliki paruh panjang yang kuat, dan kaki berselaput. Spesies Camar beragam dari Burung Camar Kecil, dengan berat 120 g (4.2 oz) dan 29 cm (11.5 inci), sampai Burung Camar Berpunggung Hitam, dengan berat 1.75 kg (3.8 lbs) dan 76 cm (30 inci).


Lirik lagu Burung Camar
Oleh Vina Panduwinata

Burung camar, tinggi melayang
Bersahutan, di balik awan
Membawa angan-anganku jauh meniti buih
Lalu hilang larut di lautan

Oh bahagia tiada terperi
Indah nian derap jiwaku
Tak kenal duka derita tak kenal nestapa
Ceria penuh pesona

Tiba-tiba 'ku tertegun lubuk hatiku tersentuh
Perahu kecil terayun nelayan tua di sana
Tiga malam bulan t'lah menghilang
Langit sepi walau tak bermega

Tiba-tiba kusadari lagu burung camar tadi
Cuma kisah sedih nada duka, hati yang terluka
Tiada teman, berbagi derita,
bahkan untuk berbagi cerita

Burung camar, tinggi melayang
bersahutan dibalik awan
Kini membawa anganku yang tadi melayang
Jatuh dia dekat di kakiku


ohya, ngomong-ngomong masalah burung camar, ternyata ada buku bercerita tentang BURUNG CAMAR JONATHAN. Saya nyasar saat googling di teroriscinta.blog.friendster.com, baca sedikit kok bagus. Akhirnya ku catat sekalian. menurut pemilik blog tersebut:"buku ini kecil, warna hitam, dan isinya cuma gambar camar. Saat itu buku bekas termahal karena harganya 40 ribu tahun 97. Sekarang, ilang gak tau dimana",itulah kata pemiliknya. he3x.
Berikut kutipan lengkap review ceritanya:
Sudah menjadi kebiasaan selama ribuan tahun bagi burung-burung camar, bahwa setiap pagi mereka selalu mencari sisa-sisa makanan dari perahu para nelayan. Ikan-ikan kecil yang tak dibawa pulang, kembali dibuang di pinggir pantai oleh para nelayan, dan itulah makanan burung camar. Sudah menjadi kebiasaan selama ribuan tahun bagi burung-burung camar, bahwa setiap pagi mereka selalu mencari sisa-sisa makanan dari perahu para nelayan. Ikan-ikan kecil yang tak dibawa pulang, kembali dibuang di pinggir pantai oleh para nelayan, dan itulah makanan burung camar.

Jonathan, salah satu dari burung-burung camar itu, memiliki perangai berbeda dengan yang lainnya. Ia tak mencari makanan, tetapi malah berlatih terbang dengan serius. Berbagai gaya dan cara dipelajarinya: lurus, belok, menukik, menghujam dsb. Pada sebuah tikungan ia terbang perlahan, mengepakkan sayap, tapi karena ragu, ia pun terjatuh.Namun ia bangkit kembali. Ia memang seekor burung camar yang luar biasa. Ibunya berkata, Anakku, engkau begitu kurus, tinggal tulang dan bulu saja. Ayahnya pun mengatakan,Musim dingin segera tiba, perahu nelayan sangat sedikit dan ikan-ikan akan lebih dalam menyelam. Yang perlu dipelajari adalah menyelam lebih dalam, untuk mendapatkan makanan. Belajar terbang memang baik, tetapi, mencari makanan itu yang penting.

(Bukankah seringkali justru rintangan/hambatan untuk maju berasal dari orang-orang terdekat? Sesungguhnya bukannya mereka berniat menghalangi, namun mereka tidak rela jika orang yang dikasihi itu menderita, meskipun untuk maju).

Jonathan mencoba menuruti nasihat ayahnya. Beberapa minggu menjadi burung camar biasa. Berebut dengan temanteman untuk mematok kepala ikan dan remah-remah roti dari para nelayan. Sayang, ia tak dapat melakukan itu lebih lama. Ia pikir, ini sia-sia, lebih baik belajar terbang. Ketika telah memecahkan kecepatan tertinggi yang pernah dicapai burung camar, ia mengalami malapetaka. Ketika ia menukar sudut sayapnya, ada sesuatu memukulnya bagai dinamit. Ia terhempas dan terbanting dengan keras ke dalam laut. Ia semaput. Saat ia sadar hari sudah malam, bulan membayang, sayapnya hancur berkeping, luka terberat pada punggungnya. Dengan putus asa ia pikir, berat badannya pasti akan menenggelamkannya dan tamatlah riwatnya. Saat-saat akan tenggelam ia mendengar bisikan. Tak ada jalan lain, saya adalah seekor burung camar. Saya terbatas oleh alam. Jika saya ingin sungguh-sungguh belajar terbang, saya harus memeras otak saya. Ia kembali berpikir untuk menjadi burung camar BIASA seperti lainnya. Tapi dorongan lain muncul. Ia tetap ingin belajar terbang dan dengan ketekunannya ia menjadi seekor burung camar yang luar biasa. Ia sempat terbang dengan kecepatan tingi di hadapan teman-temannya, meski ia khawatir akan terjadi tubrukan, nyatanya tidak juga. Bahkan ia menyaksikan keberhasilan yang telah dicapainya, yang juga dilihat teman-temannya. Berbulan-bulan lamanya ia latihan terbang, dan manakala ia pulang hari telah larut. Ia ingin membagi kegembiraan dengan teman-temannya. Karena ia merasa betapa sungguh berartinya hidup ini. Daripada melakukan pekerjaan yang membosankan setiap hari, kita dapat mengangkat diri kita keluar dari
kebodohan, kita dapat membuktikan bahwa kita makhluk terunggul, terpandai, tercakap yang pernah diciptakan. Kita dapat bebas!

Tahun mendatang penuh harapan dan janji. Waktu ia mendarat nampak burung-burung camar lain sudah berkumpul di Dewan pertemuan, sedang menunggu sesuatu. Tiba-tiba kata-kata ketua burung camar menggelegar, Burung Camar Jonathan Livingstone! Berdiri di tengah! Jonathan pikir, yang disuruh berdiri di tengah pasti hanya ada dua: Yang melakukan kesalahan besar atau patut menjadi pemimpin besar. Tiba-tiba suara ketua menggelegar lagi. Burung Camar Jonathan Livingstone! Berdiri di tengah karena suatu keaiban di hadapan kawan-kawan lain! Ia merasa terpukul oleh papan. Lututnya lemas, bulu-bulunya merinding, telinga berdengung. Apa? Keaiban? Tidak mungkin! Rekor baru itu? Mereka tak mengerti. Pasti mereka salah! Jonathan membatin.
…karena tidak memperhatikan aturan, suara tenang dalam hatinya, …melanggar kemuliaan dan adat istiadat keluarga burung camar! Ditempatkan di tengah karena keaiban berarti ia akan dicampakkan dari kelompoknya dan hidup sendirian di tebingtebing jauh dalam pembuangan. Satu hari nanti, burung camar Jonathan, kamu akan tahu bahwa melepaskan tanggung jawab adalah nista.

Hidup adalah ketidaktahuan dan ketidakmungkinan. Kita dilahirkan di dunia ini tidak lain adalah untuk cari makan, dan untuk bertahan hidup sedapat mungkin selama kita mampu.
Meski tak seekor pun burung camar yang berani membantah, Jonathan menentangnya dengan suara keras, Tidak bertanggung jawab? Siapa yang lebih bertanggung jawab daripada seekor burung camar yang telah menemukan suatu makna untuk tujuan hidup yang lebih tinggi? Seribu tahun lamanya kita telah mencabik-cabik kepala ikan, tapi sekarang kita punya satu alasan untuk hidup, untuk belajar, untuk menemukan dan untuk bebas! Beri saya satu kesempatan dan biarkan saya menunjukkan apa yang telah saya dapatkan… Persaudaraan kita telah terputus! teriak burung-burung camar itu bareng, lalu dengan menutup telinga meninggalkan Jonathan sendirian.

Jonathan menghabiskan hari-harinya dalam kesendirian. Terbang jauh melampaui tebing-tebing. Kesedihannya bukan karena kesepian dan kesunyian, tapi karena teman-temanya tidak mau mengakui kegemilanganya dalam terbang. Ia sedang menunggu kesadaran mereka untuk membuka mata dan melihat kenyataan. (Justru orang-orang maju, yang berkembang, melebihi teman-temannya, seringkali mengalami nasib malang, ia tidak dipahami malah disingkirkan, dibuang dari kumpulannya. Kumpulan tak mau mengakui keunggulan salah seorang anggota yang lebih baik. Mereka merasa terancam karena keunggulan salah satu warganya, walau itu hanya persepsi mereka saja).

Jonathan lebih banyak belajar lagi. Lebih lagi. Sampai ia menyadari apa yang pernah ia harapakan untuk kumpulan camarnya telah ada pada dirinya sendiri. Dia belajar untuk terbang dan tidak menyesal akan harga yang telah dibayarnya. Jonathan menemukan bahwa kejemuan, ketakutan dan kemarahan adalah sebab mengapa kehidupan mereka begitu pendek, dan dengan menghilangkan hal-hal tersebut dari pikirannya, ia dapat hidup lebih baik dan lebih lama.

Ketika Jonathan terbang sendirian, tiba-tiba muncul dua ekor burung camar lain yang memerhatikan dan mengikutinya terbang dengan beraneka gaya. Akhirnya kedua burung asing itu mengatakan, Sangat baik. Tetapi Jonathan bingung dan bertanya, “Siapakah Anda?”
“Kami dari kumpulanmu Jonathan. Kami adalah saudaramu”, katanya dengan tegas tetapi lembut.
“Kami datang untuk mengangkatmu, membawamu pulang.”
“Rumah saya tidak punya, kawan pun tidak. Saya adalah burung buangan.

Sekarang kita terbang pada puncak Great Mountain Wind. Di bawah ratusan kaki, saya tak dapat mengangkat tubuh tua ini lebih tinggi. Akhirnya mereka sepakat untuk mengangkat Jonathan sebagai pemimpinnya, dan Jonathan telah siap. (Ada seorang pemain bisbol. Setiap kali pertandingan ia ditempatkan sebagai pemain cadangan. Ia tidak pernah mengeluh. Bahkan terus menerus berlatih, tanpa mengurangi jadwalnya. Pada suatu momen pertandingan antarnegara, pemain utama berhalangan. Pemain cadangan itulah yang menggantikannya, karena ia telah siap. Kesempatan selalu mendatangi orang yang telah siap).

Jonathan merasa berada dalam surga. Ia merasa kemampuan terbangnya dua kali lipat daripada rekornya di bumi. Kenangan kehidupan di bumi sudah hilang. Bumi pernah merupakan suatu tempat di mana ia telah mempelajari banyak hal, tentu saja, tetapi perkara-perkara kecilnya telah hilang…. seperti saling berebut makanan dan menjadi camar buangan. 12 ekor burung camar datang menemuinya. Meski tak berkata sepatah pun, Jonathan merasa dirinya disambut, di sinilah rumahnya. Hari itu telah menjadi hari yang penuh arti baginya. Terbit dan tenggelamnya matahari tak diingat lagi. Di sini banyak hal tentang terbang dapat dipelajari. Ada satu perbedaan: Burung-burung camar di sini punya pemikiran seperti dia. Bagi mereka yang terpenting adalah hidupnya mencapai suatu kesempurnaan akan hal yang paling mereka sukai, yaitu terbang. Mereka adalah burung-burung hebat, luar biasa, yang menghabiskan setiap jam kehidupannya untuk
berlatih terbang, mencoba taktik-taktik yang lebih maju. Ketika dia tanyakan kepada teman barunya, Sullivan, ia mendapat jawaban, Satu-satunya jawaban adalah bahwa kamu adalah burung camar yang paling istimewa di antara jutaan burung lain. Sebagian besar dari kami sangat lambat dalam mencapai keberhasialn itu. Kami mengembara dari satu dunia ke dunia lain yang hampir sama, melupakan tempat asal kami dan tidak peduli akan masa depan, hidup hanya untuk saat itu. Tahukah kamu, berapa banyak kehidupan yang harus kami lalui sebelum kami mendapat gagasan bahwa hidup adalah lebih dari sekedar untuk makan dan merebut kekuasaan di dalam kumpulan kami? Seribu kehidupan, Jo, sepuluh ribu. Dan ratusan kehidupan lagi sampai kami mengetahui ujud suatu kesempurnaan. Ratusan kehidupan lagi untuk mendapatkan ilham bahwa tujuan hidup kami adalah mencari kesempurnaan dan menunjukkannya.

Suatu sore, Jonathan menemui Chiang, dan menanyakan tentang surga. Chiang menjawab, Surga bukanlah suatu tempat dan juga bukan waktu. Surga adalah kesempurnaan. Kamu akan mulai menyentuh surga, pada saat kamu mencapai suatu kecepatan sempurna. Kesempurnaan tidak mengenal batas. Jonathan menyaksikan camar tua yang masih gesit itu tiba-tiba menghilang dalam sekejap lalu muncul di tempat lain. Jonathan ingin belajar terbang seperti itu. Kamu dapat pergi ke mana saja dan kapan saja bila kamu mau. Saya sudah pergi ke setiap tempat setiap saat bila saya memikirkannya. Ini adalah hal yang asing. Burung-burung camar yang hanya mementingkan suatu pengembaraan tanpa menuntut kesempurnaan tak akan dapat pergi ke mana-mana dalam sekejap. Ingat Jo, surga bukanlah suatu tempat atau suatu kurun waktu, karena tempat dan kurun waktu terlalu tidak berarti. Surga adalah ….

Untuk dapat terbang secepat pikiran, ke mana saja, kamu harus memulai dengan mengetahui bahwa kamu sudah tiba. Lalu Chiang pergi menghilang. Sebelumnya ia meninggalkan pesan bahwa Jonathan harus terus belajar dan bekerja dalam kasih. Jonathan ingin membagi pengalamannya dan kemahirannya kepada burung-burung camar di bumi, yang pernah membuangnya.
Sullivan, temannya, menasehati agar ia tidak usah kembali ke kumpulannya, tetapi melatih saja di tempat yang baru.

Untuk beberapa bulan lamanya Jonathan mengikuti nasehat Sullivan, sampai ia mendapatkan murid-murid baru yang diajarkannya terbang. Setelah mereka mahir, mereka diajak untuk kembali pulang ke kampung halaman Jonathan dan membagi pengalaman mereka. Meski ada rasa cemas, dan melanggar peraturan ribuan tahun, namun toh Jonathan berangkat juga ke kampung halaman.

(Jarang sekali orang yang sudah sukses mau kembali ke kampung halaman untuk memajukan teman-teman dan saudara-saudaranya. Yang sering terjadi, mereka lupa kan kampung halamannya. Hal ini tidak berlaku bagi Jonathan).

Seluruh tubuh Anda, dari ujung sayap ke ujung sayap lainnya, tidak lebih dari pikiran Anda sendiri, dalam bentuk yang dapat Anda lihat. Patahkan rantai pikiran Anda, dan Anda akan mematahkan rantai yang membelenggu tubuh anda….

Jonathan mengajak kawan-kawan dari kumpulan terbuang, untuk kembali ke kampung halamannya. Meski ada perasaaan ragu dan cemas, apalagi dengan adanya peraturan, bahwa mereka yang telah dibuang tidak boleh kembalilagi, toh mereka berangkat juga. Ketika mereka terbang dengan formasi indah, ribuan burung camar di bumi memerhatikan mereka. Saat mereka
mendarat, apa yang dikhawirkan Fletcher akan terjadi pertempuran, tidak terbukti. Bahkan meski mereka menyadari bahwa kumpulan kecil itu adalah burung camar buangan, tapi mereka mengagumi kemahiran terbang mereka. Tetapi, sang Ketua setelah sekian lama diam, berteriak,

“Abaikan mereka! Barang siapa bicara dengan camar terbuang”, iapun ikut terbuang. Burung-burung buangan itu pun melakukan latihan terbang setiap hari, sampai akhirnya setelah satu bulan, setiap saat Jonathan memberikan instruksi kepada murid-muridnya dalam suatu lingkaran, ada lingkaran lain mengelilingi murid-murid Jonathan.

Malam berikutnya Kirk Maynard, dari kumpulan berjalan terhuyung, menyebarnagi pasir, menyeret sayap kiri dan jatuh di kaki Jonathan.
“Tolong saya. Saya ingin terbang lebih dari segala-galanya”, katanya mengiba pada Jonathan.
“Mari, loncatlah dari tanah bersama saya dan kita mulai!”
” Anda tidak mengerti! Sayap saya, saya tidak bisa mengembangkan sayap saya…”
” Burung camar Maynard, Anda mempunyai kebebasan menjadi diri anda sendiri, di sini, sekarang juga. Tak sesuatu pun yang dapat menghalangi anda. Ini undang-undang Camar Agung, itulah peraturannya.”
“Anda katakan, saya dapat terbang?”
“Saya katakan, Anda bebas!”

Dengan cepat dan mudah Kirk Maynard membentangkan sayap, mengangkat tubuh ke dalam udara malam gelap gulita dengan tidak bersusah payah. Tiba-tiba ia menjerit sehingga membangunkan camar-camar lain dari tidurnya, “Saya bisa terbang! Dengar… SAYA BISA TERBANG! Pagi harinya, burung-burung camar lainnya ingin mengikuti jejak Maynard. Mereka banyak bertanya kepada Jonathan, dan dengan sabar Jonathan menjelaskannya.Kita semua sama. Apakah kami semua yang terbuang ini istimewa, berbakat dan sangat baik? Tidak. Tidak lebih dari Anda sekalian, sama seperti saya juga. Bedanya yang utama, mereka ini telah memulai memahami siapa diri mereka dan telah memulai berlatih..

(Di pojok sebuah jalan, dekat pasar dan sekolah, ada seorang penjual balon. Untuk menarik pembeli ia melepaskan balon warna-warni ke udara sambil memutar musik keras-keras. Satu saat ada seorang bocah kucel, dengan wajah takut-takut datang dan bertanya dengan ragu, Paman, kalau balon itu berwarna hitam, apakah dia juga bisa terbang? Terharu oleh pertanyaan sang bocah, paman penjual balon itu langsung memeluk anak kecil itu dan berkata, “Nak, bukan karena warnanya, balon itu bisa terbang, tetapi karena isi yang ada di dalamnya! Bukan karena kekayaan, kecantikan, keturunan atau yang lainnya, yang membuat orang bisa sukses, tetapi apa yang ada di dalam hatinya, dalam jiwanya, semangatnya, hasratnya untuk sukses)

Ketika Fletcher sedang berlatih terbang sendiri, tiba-tiba ada seekor burung camar kecil yang terbang lewat jalurnya. Tabrakan tak terhindarkan, dengan cepat Fletcher membelokkan tubuh, dan tiba-tiba… brak! Fletcher menabrak batu karang. Antara sadar dan tidak, ia pun melayang-layang di udara, sampai Jonathan mendekatinya. Ia merasa sudah mati, tapi Jo menghiburnya. Setelah sadar benar, ia mengatakan kepada Jonathan, Bagaimana mungkin dapat mengasihi kumpulan burung yang telah mencoba membunuh mereka. Tapi, Jonathan mengatakan, Anda harus berlatih dan melihat burung camar sejati, kebaikan dalam diri mereka dan menolong mereka untuk mengetahuinya sendiri. Itulah kasih sayang, sangat menyenangkan bila kita dapat melakukannya”.

Akhirnya, Jonathan menyadari bahwa ia harus pergi ke tempat lain, untuk itu ia telah siap menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Fletcher, penggantinya.

(Sebagai seorang pemimpin yang baik, setelah memberikan teladan yang baik, ia pun rela jika yang dipimpinnya maju dan berkembang. Dan pada saatnya, ia rela lengser, menyerahkan kursi kepemimpinan kepada penggantinya).

Galery gambar burung camar: