Akhirnya, Reaktor Nuklir di Jepang Meledak


Pembangkit tenaga nuklir Fukushima Nomor Satu milik Tokyo Electric (antaranews.com)

12/03/11 - Ledakan di komplek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima, Jepang menimbulkan asap putih hingga membumbung tinggi. Ledakan terjadi pada pukul 16.00 waktu setempat (14.00 WIB). Hal ini disampaikan biro keselamatan industri nuklir negara itu, seperti dilaporkan lembaga penyiaran publik Jepang, NHK.
Asap kebakaran di daerah reaktor nuklir yang meledak- membumbung tinggi (Vivanews.com)
Tokyo Electric Power Company mengatakan empat pekerjanya terluka. Namun sampai saat ini belum jelas sumber ledakan, apakah dari pembangkit Daiichi Fukushima, atau dari tempat lain.
"Efek tsunami mungkin telah menyebabkan ledakan," kata Malcolm Grimston, anggota asosiasi untuk energi, lingkungan, dan pengembangan di London, Chatham House, sepertiu dikutip CNN.


NHK mengatakan, para petugas terluka dalam proses pendinginan reaktor nuklir di pembangkit dengan menyuntikkan air ke intinya.
Sebelumnya, badan nuklir Jepang Sabtu ini mengatakan pekerja melanjutkan upaya mendinginkan reaktor setelah sejumlah kecil bahan radioaktif lolos ke udara.
Sistem pendingin di tiga dari empat unit itu sudah tidak bisa beroperasi. Akibatnya suhu pendingin inti nuklir lebih panas dari 100 derajat Celsius.


contoh gambar sebelum ledakan

contoh gambar sesudah ledakan

Pihak berwenang sudah memerintahkan penduduk yang berada dalam radius 3 kilometer untuk mengungsi. "Ini sebagai tindakan pencegahan," kata Ichiro Fujisaki, pejabat Tokyo Electric Power.

Sources from: Vivanews.com
Okezone.com (gambar)
Antaranews.com (gambar)

Tambahan...
Kenapa PLTN Fukushima Meledak?
Unit-unit reaktor di PLTN ini didesain hanya tahan gempa sampai kekuatan 7 SR. Itulah peringatan dari Pengawas nuklir internasional yang muncul dalam Pertemuan G8 di Tokyo tahun 2008.

Saat itu, pemerintah Jepang berjanji meningkatkan keamanan di semua pembangkit tenaga nuklirnya. Merespon peringatan ini Jepang kemudian membangun pusat tanggap darurat di pabrik Fukushima. Unit-unit reaktor di PLTN ini didesain hanya tahan gempa sampai kekuatan 7 SR. Sedangkan, gempa yang melanda Jepang, Jumat pekan lalu, mencapai 9 SR.

Pakar Nuklir Institut Teknologi Bandung (ITB), Zaki Su'ud menjelaskan seluruh instalasi nuklir di Jepang sebenarnya dalam pengawasan yang ketat dengan persiapan di atas batasan yang paling tinggi. Berdasarkan kajian ahli Gempa Jepang, potensi gempa paling besar berada di magnitude (kekuatan) 8,3 Skala Ritcher (SR), sehingga semua instalasi nuklir Jepang dipersiapkan untuk tahan gempa hingga 8,5 SR.

Menurut Zaki, semua sistem pengamanan nuklir yang ada di PLTN telah bekerja dengan baik. Saat terjadi gempa besar yang merusak sistem pendingin utama, reaktor padam dengan sendirinya. Walaupun reaktor nuklir padam, namun masih meninggalkan sisa panas "decay heat" sekitar 1-2 persen dari daya penuh, yaitu sekitar 4,6-10 megawatt yang harus didinginkan.

Sebenarnya, ada pompa khusus untuk mengambil decay heat ini. Karena listrik padam, maka otomatis genset darurat aktif untuk mendinginkan reaktor. Namun terjangan tsunami ke PLTN membuat genset hanya aktif 1 jam.

"Di sinilah awal dari krisisnya. Decay heat listrik mati membuat permasalahan kedua. Genset darurat kena tsunami menjadi tidak jalan, sehingga sistem pendinginan tidak berjalan," jelasnya.

Ketika dibiarkan, decay heat akan membuat temperatur naik hingga mencapai 500 derajat celcius. Agar tidak terjadi ledakan reaktor, operator mengeluarkan sebagian gas, yaitu hidrogen untuk mengurangi tekanan yang ada di reaktor. Hidrogen yang dikeluarkan terakumulasi dan ketika bertemu oksigen maka terjadi reaksi eksoterm yaitu ledakan.

"Ledakan ini jauh lebih kecil dibandingkan reaktornya yang meledak, radiasi dalam jumlah terbatas keluar namun masih relatif rendah. Kalau reaktor nuklirnya yang meledak bisa seperti Chernobyl," jelasnya.

Walaupun telah berlangsung beberapa hari insiden ini masih belum sepenuhnya selesai. Temperatur di Reactor Vessel masih tinggi walaupun decay heat telah berkurang. Para teknisi di Jepang sedang mencoba mendinginkan reaktor dengan air laut dan air boron agar reaktor tidak aktif lagi.

"Peluang ledakan jauh lebih kecil, namun problem belum tuntas sebelum menurunkan temperatur ke suhu normal yaitu 280-320 derajat celcius," jelasnya.
Sources:dunia.vivanews.com

Updated: 14 Maret 2011
Vivanews.com - Pihak berwenang Jepang mengungkapkan adanya ledakan hidrogen di suatu kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima Dai-ichi.

Hal ini disampaikan oleh pihak Tokyo Electric Power Co, dilansir dari laman Associated Press (AP), pada Senin, 14 Maret 2011. Ledakan pada reaktor unit tiga (reaktor nomor 3) di instalasi nuklir PLTAN ini serupa dengan ledakan sebelumnya pada reaktor unit satu(reaktor nomor 1).

Posisi reaktor nuklir Fukushima, Jepang yang meledak (digitalglobe.com)
Dari kiri ke kanan: Reaktor unit 1, reaktor unit 2, reaktor 3, reaktor unit 4
Klik pada gambar untuk lebih jelas
  


Ledakan pada reaktor nomor 3 ini mirip dengan peristiwa yang terjadi di PLTN yang sama pada Sabtu lalu. Reaktor itu telah berada dalam status darurat sejak Sabtu lalu, atau sehari setelah gempa bumi dan tsunami di pesisir timur laut Jepang, karena sewaktu-waktu bisa meledak setelah mengalami kerusakan pada perangkat pendingin. Reaktor unit 1 sebelumnya telah meledak Sabtu lalu.
Menurut AP, ledakan yang disusul oleh kepulan asap tebal dapat dirasakan hingga jarak 40 kilometer jauhnya.

Reaktor itu memang telah berada dalam status darurat sejak Sabtu pekan lalu, atau sehari setelah gempa bumi dan tsunami di pesisir timur laut Jepang, karena sewaktu-waktu bisa meledak setelah mengalami kerusakan pada perangkat pendingin.

Updated: 15 Maret 2011
Reaktor nomor 2 di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Daiichi, Fukushima, meledak. (dunia.vivanews.com)

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima, Jepang kembali meledak untuk ketigakalinya. Ledakan demi ledakan dari sejumlah reaktor nuklir membuat kondisi pasca-bencana gempa dan tsunami di Jepang menjadi semakin buruk.
Para ahli dan pegawai di reaktor itu berupaya menutup kebocoran dari ledakan ketiga itu dengan cara menggunakan air laut untuk proses pendinginan. Pemerintah Jepang sudah meminta bantuan Amerika Serikat untuk mengirim peralatan penanganan kebocoran ini.

"Itu adalah ledakan hidrogen. Kami masih mengkaji apa penyebab ledakan itu. Kami tidak yakin, ledakan ketiga itu disebabkan kerusakan sebelumnya," kata petugas keamanan PLTN.

Reaktor nomor 1 dan 3 sudah meledak sebelumnya. Reaktor itu sudah dalam status darurat sejak Sabtu pekan lalu, atau sehari setelah gempa bumi dan tsunami di pesisir timur laut Jepang. Status darurat itu ditetapkan sebab sewaktu-waktu reaktor bisa meledak.

Updated: 16 Maret 2011
Reaktor unit 4 di PLTN Fukushima Dai-ichi kembali meledak dan terbakar hebat, Rabu pagi. (dunia.vivanews.com)

Setelah reaktor nomor 3 meledak Senin-14 Maret 2011 kemarin, hingga selang pendingin di reaktor nomor 2 terkena radiasi, reaktor nomor 2 jadi ikut meledak selasa-15 Maret 2011. Akibat meledaknya reaktor nomor 2, reaktor nomor 4 mulai memanas. Tingkat ketinggian air di sistem pendingin pun turun. Suhu di reaktor nomor 4 pun meningkat tajam.

Rabu 16 Maret 2011- Reaktor nomor 4 juga tak tahan dengan suhu yang meningkat, dan akhirnya meledak. Ledakan ini diduga terjadi karena api yang semula melalap unit ini tak sepenuhnya padam, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu 16 Maret 2011.

Paparan radioaktif di sekitar kompleks pembangkit nuklir Fukushima pun kini meningkat tajam. Tercatat paparan radioaktif mencapai 400 microsieverts per jam.

Baca juga:
Efek maut dari radioaktif

No comments:

Post a Comment

Post a Comment