Showing posts with label chemistry. Show all posts
Showing posts with label chemistry. Show all posts

PRAKTIKUM COD (menganalisis jumlah oksigen kimiawi)

Mungkin dalam catatan ini, akan saya posting pengalaman saya di lab mengenai analisis COD, terutama dalam air limbah, atau air di perairan.

Peralatan:
- 3 buah Erlenmeyer 250 ml
- 2 buah gelas ukur 100ml
- pipet ukur 10 ml
- pemanas listrik
- tabung Leibig 2 buah
- batang pengaduk
- Beker glass 1000ml
- Buret dan tiang penyangga
- Spektrofotometer cahaya

Bahan-bahan:

Mengapa ion-ion bermuatan listrik, padahal atom bersifat netral

Menurutku:
Karena ion-ion tersebut memiliki kelebihan muatan dalam atomnya, sehingga ada yang bermuatan negatif dan bermuatan positif.

Atom bersifat netral karena jumlah muatan inti

Cara membuat gas hidrogen dalam skala LAB

menurutku, membuat gas hidrogen ada beberapa langkah:
1. Dengan cara elektrolis.
Bahannya: air, dan ditambahkan katalis

Analisa Kadar Besi

Analisanya dapat dengan menggunakan metode gravimetri dan metode permanganometri.
metode gravimetri itu dengan cara penimbangan, sedangkan kalau metode permanganometri itu dengan titrasi. Metode gravimetri agak lama analisisnya, karena perlu dioven sampai analit kering, lalu ditimbang. Oleh karena itu, metode permanganometri lebih sering dipakai, karena cepat analisisnya.

Alat yang dibutuhkan :

Soal kimia 1 : Hidrokarbon

hmm.. sudah hampir setahun, aku tidak pernah update blog ini...
Daripada gak ada isinya, aku isi saja dengan apa yang kutemukan di dunmay. :D
salah satunya pertanyaan ini :P

 1. Pada pembakaran sempurna 13 gram suatu hidrokarbon CxHy dihasilkan 4,4 gr CO2. Massa 5 liter senyawa (T, P) adalah 6.5 gr. Tentukan rumus molekul hidrokarbon tersebut!

2. Suatu hidrokarbon CxHy yang berbentuk gas terdiri dari 80% karbon dan sisanya hidrogen. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut. Jika diketahui massa dari 1 liter senyawa itu (STP) adalah 1.34 gr, tentukan rumus molekul senyawa hidrokarbon tersebut!

3. Senyawa CxHyOz tersusun dari 40% karbon, 6.67% hidrogen, dan sisanya oksigen. Jika Mr senyawa tersebut adalah 90, tentukan rumus molekul senyawa tersebut!


Jawaban:

What, can't be?
Swimming menyebabkan kanker?

Baru tahu neich gue, kalu berenang bisa menyebabkan kanker. Gw kan suka berendem, cz panas disini hawanya, hahaha....  Katanya kanker tersebut disebabkan oleh adanya kandungan klorin (Cl) yang tinggi di dalam air kolam renang. Lho, kok bisa? Hadah, mending gak usah deh dikasih klorin. Klorin ini bisa berasal dari Kaporit, yang nama kimianya kalsium hipoklorit, CaCl(OCl).

Nah, menurut pakarnya nih, klorin nanti akan mengalami reaksi gitu deh membentuk THM (trihalomethanes), jika jenis halogen-nya adalah klorin, maka namanya triklorometana, yang rumus kimia CHCl3. Para ahli mengatakan jika senyawa tersebut berada dalam kadar tinggi, maka dapat meningkatkan resiko terkena kanker "kantung kemih".
Tidak hanya melalui kolam renang saja, THM juga terbentuk ketika seseorang mandi menggunakan air yang mengandung klorin. Umumnya kedua aktivitas tersebut meningkatkan kemungkinan THM terserap oleh kulit.

Terkait Paparan Radiasi Radioaktif
Level berapa sih Radiasi dikatakan Aman?

Sukarelawan palang merah yang baru pulang dari Fukushima dipindai untuk memastikan ada tidaknya paparan radiasi nuklir yang bocor dari PLTN (kompas.com)

Nah, sobat pembaca sekalian, dimana-mana berita bilang "tingkat radiasi dari nuklir Fukushima, Jepang melebihi normal, dan berbahaya. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 1000 kali normal". Nah, sebenarnya pada level berapa sih radiasi bisa dikatakan berbahaya? Lalu, amannya pada level berapa?

Pil Potassium Iodida atau Kalium Iodida (KI) hanya cegah kanker tiroid

Pasca gempa besar di Jepang, publik dikhawatirkan akan terjadinya ledakan nuklir pada reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima, Jepang. Ketakutan itu mungkin beralasan mengingat efek radiasi pada tubuh tidak bisa dianggap enteng.
Dampak radiasi menurut Dr. David J. Brenner, direktur Center for Radiological Research at Columbia University, tidak bersifat langsung. "Bisa berminggu kemudian baru muncul gejalanya," katanya.
botol berisi tablet suplemet potassium iodide (connect.in.com)
Ia menyebutkan dampak radiasi pada tubuh tergantung pada material radioaktif yang dilepaskan dan durasi paparan. Level paparan yang tinggi bisa menyebabkan sindrom radiasi akut, bahkan kematian. Sindrom tersebut akan menimbulkan gejala mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, serta diare.

Akhirnya, Reaktor Nuklir di Jepang Meledak


Pembangkit tenaga nuklir Fukushima Nomor Satu milik Tokyo Electric (antaranews.com)

12/03/11 - Ledakan di komplek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima, Jepang menimbulkan asap putih hingga membumbung tinggi. Ledakan terjadi pada pukul 16.00 waktu setempat (14.00 WIB). Hal ini disampaikan biro keselamatan industri nuklir negara itu, seperti dilaporkan lembaga penyiaran publik Jepang, NHK.
Asap kebakaran di daerah reaktor nuklir yang meledak- membumbung tinggi (Vivanews.com)
Tokyo Electric Power Company mengatakan empat pekerjanya terluka. Namun sampai saat ini belum jelas sumber ledakan, apakah dari pembangkit Daiichi Fukushima, atau dari tempat lain.
"Efek tsunami mungkin telah menyebabkan ledakan," kata Malcolm Grimston, anggota asosiasi untuk energi, lingkungan, dan pengembangan di London, Chatham House, sepertiu dikutip CNN.

Efek Maut dari Radioaktif -
Peristiwa Bocornya reaktor nuklir di jepang

Gambar Reaktor Nuklir

Sekarang semakin banyak penggunaan radioaktif dan secara komersil digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Diklaim bahwa PLTN merupakan cara aman dan bebas polusi, tetapi juga diperhitungkan tingkat keselamatannya, mengingat radioaktif adalah zat yang berbahaya sekali. Prinsip kerjanya adalah daya nuklir digunakan untuk menimbulkan panas, sehingga dapat menghasilkan uap air bertekanan tinggi yang dapat memutar turbin generator listrik. Ada pendapat lain?

Radioaktif dalam PLTN juga berbahaya jika terjadi kebocoran. Radiasi yang dipancarkan oleh zat radioaktif dalam intensitas yang tinggi, dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, lho..

Seperti pada berita terbaru VIVAnews, bahwa gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang 11 Maret kemaren, telah mengakibatkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang hancur. Laporan Tokyo Electric Power Co menyebutkan, zat radioaktif merembes keluar dari reaktor nuklir Daiichi Fukushima yang berjarak sekitar 260 kilometer dari utara Tokyo.

Fungsi Asam Sulfat dan Pembuatannya melalui proses kontak

Disamping asam nitrat, asam sulfat, H2SO4, juga merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Asam ini sering digunakan dalam berbagai praktikum biologi maupun kimia. Adapun asam sulfat yang digunakan bisa konsentrat (pekat) atau encer. Dalam keadaan encer, belum menunjukkan sifatnya sebagai oksidator, jadi masih bersifat seperti asam-asam biasanya, seperti asam halida. Walaupun encer, larutan asam sulfat dapat membuat kulit kita gatal. Pernah membeli air aki? Air aki merupakan larutan asam sulfat yang encer, lho, sekitar 30% kadarnya. Jadi, berhati-hati menggunakannya. Encer aja bisa iritasi, gimana kalu pekat ya? Dalam keadaan pekat, sifat oksidator dari asam ini muncul. Saya pernah tidak sengaja menumpahkan beberapa tetesan ke tekel (lantai porselin), tidak lama kemudian muncul busa dan asap hijau dengan bau tidak enak dari tempat tumpahan itu. Jangan coba-coba ya. Kalu cobanya karena tidak sengaja, ya hati-hati. he3x. Asam sulfat pekat biasanya digunakan untuk reaksi senyawa-senyawa organik, karena senyawa organik lambat reaksinya. Jadi, butuh yang kuat-kuat untuk reaksi senyawa organik tersebut.
GambarGambar
Struktur Asam Sulfat | sulfuric acid structure
Teringat masalah yang pekat-pekat, jadi teringat planet Venus yang terang di pagi hari (bintang kejora). Loh kok bisa? Pernah denger bentuk atmosfer planet Venus? Pasti tahu kan, asmosfernya tebal dan tidak mungkin melihat permukaan venus dengan teleskop.Dibalik ketebalan asmosfernya itu, diketahui bahwa di lapisan atmosfernya memiliki kandungan asam sulfat relatif pekat. Gambaran singkatnya: jika di bumi disebut awan tebal, sedangkan di Venus mungkin bisa saya sebut sebagai Awan asam sulfat berasap, hahahaha.... Andaikan di bumi hujannya berupa air, di Venus hujan asam sulfat yang pekat. Hiiiii... Kayak apa ya jika terjadi di Bumi? Mungkin Anda pernah mendengar hujan asam kan? Ya seperti itu-lah, tapi di Venus lebih dahsyat, karena kandungan asam yang pekat. Saya pernah baca, andaikan mobil ada di Venus, maka dalam hitungan detik sudah melebur tak berbentuk. Tapi, jangan takut dengan asam sulfat ya. Asam sulfat banyak manfaatnya lho, terutama dalam analisis dan sintesis kimia organik.
Ngomong-ngomong masalah asam sulfat, bagaimanakah cara membuatnya?

A. Pembuatan Asam Sulfat
Secara prinsip, pembentukan asam sulfat melibatkan konversi belerang dioksida,SO2, kepada belerah trioksida, yang kemudian dilarutkan ke dalam air guna menghasilkan asam sulfat.

1. Sumber-sumber belerang oksida
Sumber-sumber belerang oksida dapat diperoleh dari unsur belerang, sulfida belerang, gas alam ataupun dari minyak mentah.
belerang oksida dari belerang diperoleh dengan cara menebarkan belerang cair ke dalam suatu dapur yang bersuhu sekitar 1000oC dimana pada suhu setinggi itu belerang akan segera terbakar. Gas dikeluarkan dan dikeringkan dengan cara melewatkan melalui asam sulfat pekat. Sementara belerang oksida yang dihasilkan dari sulfida logam, biasanya merupakan hasil samping pada pengolahan logam itu sendiri, misalnya pada pengolahan zink dari bijih blende.

2. Proses kontak
Pembakaran belerang selalu menghasilkan belerang dioksida dan bukan belerang trioksida, meskipun pembentukan belerang trioksida secara termodinamika lebih disukai daripada pembentukan belerang dioksida (-370 kJ/mol untuk SO3 dan -300kJ/mol untuk SO2) karena tingginya aktivasi untuk oksidasi. Karena itu oksidasi itu memerlukan katalisator yang efektif yang secara komersial dapat diterima. Nah, sekarang kita tahu kan, dalam setiap pengolahan tidak sembarangan reaksi digunakan, karena kita juga memikirkan penghematan dana dan tenaga. Masih ingat cerita pembuatan aluminium? Zaman dahulu aluminium sangatlah mahal, karena proses pengolahannya juga relatif sulit. Pada akhirnya ditemukan cara murah (kalau tidak salah harbes boch, agak lupa saya, nanti saya update untuk membenarkan) untuk pengolahannya, sehingga harganya turun drastis. Cukup deh ceritanya. Nanti dibahas lain kali.

Berikut adalah proses kontak secara garis besarnya:
Pada langkah pertama, kita butuh belerang dioksida sebagai bahan baku, salah satu cara yaitu belerang dipanaskan sehingga didapatkan belerang dioksida:

S (s) + O2 (g) → SO2 (g)     delta H (298 K) = -196 kJ/mol

Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menggunakan oksigen dengan keberadaan katalis vanadium(V) oksida. Suhu yang diperlukan sekitar 430oC:

2 SO2 + O2(g) → 2 SO3 (g) (dengan keberadaan V2O5)

Reaksi di atas sangat eksotermis, dan oleh sebab itu suhu cepat naik hingga 600oC, dan karena itu campuran as itu didinginkan hingga mencapai suhu semula (430oC) dengan melewatkan pada sebuah penukar panas (pana yang dikeluarkan ini dipakai untuk memanaskan campuran awal). Pada tahap seperti ini, konversi belerang dioksida menjadi belerang trioksida  dapat mencapai 66%. Campuran gas ini dilewatkan melalui tiga konventor lagi.  Pada tiap tahapan, gas yang mengalir didinginkan  menjadi 430oC. dan gas yang keluar dari konventor terakhir, dimana konversi telah mencapai 98%, didinginkan dan diserap diserap ke dalam asam sulfat pekat (98%) untuk menghasilkan asam sulfat 100% atau asam sulfat berasap (oleum)(H2S2O7). Oleum kemudian diencerkan ke dalam air menjadi asam sulfat pekat.

H2SO4 (l) + SO3 → H2S2O7 (l)

H2S2O7 (l) + H2O (l) → 2 H2SO4 (l)

Perhatikan bahwa pelarutan langsung SO3 ke dalam air tidaklah praktis karena reaksi sulfur trioksida dengan air yang bersifat eksotermik. Reaksi ini akan membentuk aerosol korosif yang akan sulit dipisahkan.

SO3(g) + H2O (l) → H2SO4(l)
Sebelum tahun 1900, kebanyakan asam sulfat diproduksi dengan proses bilik.

Untuk mengurangi polusi yang disebabkan oleh SO2 yang tidak mengalami perubahan, di dalam proses yang modern, perencanaan di desain untuk menyerap belerang trioksida dari aliran gas oleh asam sulfat, dilakukan setelah pencampuran gas keluar dari konventor ketiga. Belerang trioksida yang belum teroksidasi bersama udara dimasukkan ke dalam konventor keempat dan kemudian sejumlah belerang trioksida yang terbentuk diserapkan lagi ke dalam asam sulfat. Dalam modifikasi sistem seperti ini, sekitar 0,05% belerang dioksida tetap tidak terkonversi, dan akan lepas ke udara.

Oksidasi katalitik SO2 menjadi SO3 merupakan suatu reaksi eksotermis, karena suatu hasil belerang trioksida yang besar akan lebih disukai pada proses suhu rendah, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah, suhu 430oC adalah suhu optimum.

Reaksi konversi di atas terjadi dengan pengurangan volum [ket: dari persamaan 1 diruas kiri ada 3 mol, diruas kanan cuma 1 mol, maka volume kiri: volume kanan=3:1], dan karena itu suatu kenaikan tekanan akan dapat menaikkan konversi pada kesetimbangan, juga kenaikan laju reaksi. Karena baik hasil maupun laju reaksi cukup memuaskan pada tekanan sedikit di atas tekanan udara, maka tidak diperlukan extra belanja guna pembuatan peralatan bertekanan tinggi.

SIFAT-SIFAT ASAM SULFAT;
A SIFAT FISIKA
1. Bentuk-bentuk asam sulfat:
Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat, ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98,3%. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan, dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. Asam sulfat 98% umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. Terdapat berbagai jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakan untuk berbagai keperluan:

* 10%, asam sulfat encer untuk kegunaan laboratorium,
* 33,53%, asam baterai,
* 62,18%, asam bilik atau asam pupuk,
* 73,61%, asam menara atau asam glover,
* 97%, asam pekat.

Terdapat juga asam sulfat dalam berbagai kemurnian. Mutu teknis H2SO4 tidaklah murni dan seringkali berwarna, namun cocok untuk digunakan untuk membuat pupuk. Mutu murni asam sulfat digunakan untuk membuat obat-obatan dan zat warna.

Apabila SO3(g) dalam konsentrasi tinggi ditambahkan ke dalam asam sulfat, H2S2O7 akan terbentuk. Senyawa ini disebut sebagai asam pirosulfat, asam sulfat berasap, ataupun oleum. Konsentrasi oleum diekspresikan sebagai %SO3 (disebut %oleum) atau %H2SO4 (jumlah asam sulfat yang dihasilkan apabila H2O ditambahkan); konsentrasi yang umum adalah 40% oleum (109% H2SO4) dan 65% oleum (114,6% H2SO4). H2S2O7 murni terdapat dalam bentuk padat dengan titik leleh 36 °C.

Asam sulfat murni berupa cairan bening seperti minyak, dan oleh karenanya pada zaman dahulu ia dinamakan 'minyak vitriol'.

2.Polaritas dan konduktivitas
H2SO4 anhidrat adalah cairan yang sangat polar. Ia memiliki tetapan dielektrik sekitar 100. Konduktivitas listriknya juga tinggi. Hal ini diakibatkan oleh disosiasi yang disebabkan oleh swa-protonasi, disebut sebagai autopirolisis.[3]

2 H2SO4 → H3SO4+ + HSO4−

Konstanta kesetimbangan autopirolisisnya adalah[3]

Kap(25 °C)= [H3SO4+][HSO4−] = 2,7 × 10−4.

Dibandingkan dengan konstanta keseimbangan air, Kw = 10−14, nilai konstanta kesetimbangan autopirolisis asam sulfat 1010 (10 triliun) kali lebih kecil.

Walaupun asam ini memiliki viskositas yang cukup tinggi, konduktivitas efektif ion H3SO4+ dan HSO4− tinggi dikarenakan mekanisme ulang alik proton intra molekul, menjadikan asam sulfat sebagai konduktor yang baik. Ia juga merupakan pelarut yang baik untuk banyak reaksi.

Kesetimbangan kimiawi asam sulfat sebenarnya lebih rumit daripada yang ditunjukkan di atas; 100% H2SO4 mengandung beragam spesi dalam kesetimbangan (ditunjukkan dengan nilai milimol per kg pelarut), yaitu: HSO4− (15,0), H3SO4+ (11,3), H3O+ (8,0), HS2O7− (4,4), H2S2O7 (3,6), H2O (0,1).

B. SIFAT KIMIA
1.Reaksi dengan air
Reaksi hidrasi asam sulfat sangatlah eksotermik. Selalu tambahkan asam ke dalam air daripada air ke dalam asam. Air memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat dan cenderung mengapung di atasnya, sehingga apabila air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, ia akan dapat mendidih dan bereaksi dengan keras. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan ion hidronium:

H2SO4 + H2O → H3O+ + HSO4-
HSO4- + H2O → H3O+ + SO42-

Karena hidrasi asam sulfat secara termodinamika difavoritkan, asam sulfat adalah zat pendehidrasi yang sangat baik dan digunakan untuk mengeringkan buah-buahan. Afinitas asam sulfat terhadap air cukuplah kuat sedemikiannya ia akan memisahkan atom hidrogen dan oksigen dari suatu senyawa. Sebagai contoh, mencampurkan pati (C6H12O6)n dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan karbon dan air yang terserap dalam asam sulfat (yang akan mengencerkan asam sulfat):

(C6H12O6)n → 6n C + 6n H2O

Efek ini dapat dilihat ketika asam sulfat pekat diteteskan ke permukaan kertas. Selulosa bereaksi dengan asam sulfat dan menghasilkan karbon yang akan terlihat seperti efek pembakaran kertas. Reaksi yang lebih dramatis terjadi apabila asam sulfat ditambahkan ke dalam satu sendok teh gula. Seketika ditambahkan, gula tersebut akan menjadi karbon berpori-pori yang mengembang dan mengeluarkan aroma seperti karamel.

2. Bereaksi dengan Basa
Sebagai asam, asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan basa, menghasilkan garam sulfat.
Sebagai contoh, garam tembaga tembaga(II) sulfat dibuat dari reaksi antara tembaga(II) oksida dengan asam sulfat:

CuO + H2SO4 → CuSO4 + H2O

Asam sulfat juga dapat digunakan untuk mengasamkan garam dan menghasilkan asam yang lebih lemah. Reaksi antara natrium asetat dengan asam sulfat akan menghasilkan asam asetat, CH3COOH, dan natrium bisulfat:

H2SO4 + CH3COONa → NaHSO4 + CH3COOH

Hal yang sama juga berlaku apabila mereaksikan asam sulfat dengan kalium nitrat. Reaksi ini akan menghasilkan asam nitrat dan endapat kalium bisulfat. Ketika dikombinasikan dengan asam nitrat, asam sulfat berperilaku sebagai asam sekaligus zat pendehidrasi, membentuk ion nitronium NO2+, yang penting dalam reaksi nitrasi yang melibatkan substitusi aromatik elektrofilik. Reaksi jenis ini sangatlah penting dalam kimia organik.
3. Bereaksi dengan logam
Asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan logam via reaksi penggantian tunggal, menghasilkan gas hidrogen dan logam sulfat. H2SO4 encer menyerang besi, aluminium, seng, mangan, magnesium dan nikel. Namun reaksi dengan timah dan tembaga memerlukan asam sulfat yang panas dan pekat. Timbal dan tungsten tidak bereaksi dengan asam sulfat. Reaksi antara asam sulfat dengan logam biasanya akan menghasilkan hidrogen seperti yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini. Namun reaksi dengan timah akan menghasilkan sulfur dioksida daripada hidrogen.

Fe (s) + H2SO4 (aq) → H2 (g) + FeSO4 (aq)

Sn (s) + 2 H2SO4 (aq) → SnSO4 (aq) + 2 H2O (l) + SO2 (g)

Hal ini dikarenakan asam pekat panas umumnya berperan sebagai oksidator, manakala asam encer berperan sebagai asam biasa. Sehingga ketika asam pekat panas bereaksi dengan seng, timah, dan tembaga, ia akan menghasilkan garam, air dan sulfur dioksida, manakahal asam encer yang beraksi dengan logam seperti seng akan menghasilkan garam dan hidrogen.

4. Asam sulfat sebagai agen sulfonasi
asam sulfat pekat dipergunakan dalam kimia organik untuk menggantikan suatu atom hidrogen oleh gugus asam sulfonat.
H2SO4 + CH3C6H5 ---> CH3C6H5SO3 +H2O

Asam sulfat menjalani reaksi substitusi aromatik elektrofilik dengan senyawa-senyawa aromatik, menghasilkan asam sulfonat terkait.
BenzeneSulfonation.png

5. Asam sulfat sebagai dehidrator
asam sulfat yang pekat akan menarik unsur-unsur pembentuk air dari sejumlah senyawaan. Sebagai contoh, gula akan dikonversi menjadi karbon dan air. reaksi merupakan reaksi eksotermis yang spektakuler.

6. Asam sulfat sebagai oksidator
Memang asam sulfat bukanlah oksidator sekuat asam nitrat. Sifat oksidatornya baru muncul jika dalam suasan pekat dan panas. Jadi, jika ada soal mengenai reaksi dengan asam sulfat, maka berhati-hatilah. Anda harus melihat kondisinya, kalau encer, maka reaksinya akan seperti reaksi-reaksi asam biasa. Jika pekat, maka reaksinya sudah meningkat menjadi reaksi REDOKS.

Mungkin cukup sekian dulu, capek nulis. Diupdate lain kali.

Sumber: Buku bahan kuliah, dan wikipedia.

Kandungan zat radioaktif dalam rokok

Banyaknya zat kimia berbahaya dalam rokok itu disebabkan juga proses pengolahannya. Mulai dari proses fermentasi tembakau sampai dilinting menjadi batang rokok. Bahkan akan timbul senyawa baru saat Anda memanaskan atau membakar rokok tersebut, yang juga berbahaya.

Pernahkah Anda berpikir dibalik kenikmatan merokok jika dalam rokok tersebut mengandung zat radioaktif? Seperti yang kita ketahui kalau zat radioaktif dapat menyebabkan mutasi jaringan sel jika terkena radiasinya dalam jangka waktu tertentu. Semua orang pasti tahu jika rokok itu mengandung nikotin, tapi tahukah Anda bukan hanya nikotin saja kandungan zat dalam rokok. Lebih dari 4000 macam zat dapat ditemukan dalam rokok. Dari zat-zat tersebut, sebagian ada yang bersifat radioaktif. Faktor bahaya inilah yang menyebabkan dulu sampai Majelis Muhammadiyah pernah mem-vonis rokok itu haram. Menurut mereka, rokok malah akan membawa manusia ke dalam kebinasaan.



Mungkin Anda berpikir bahwa rokok membantu Anda rileks, menemani hari-hari kerja yang berat, atau melupakan hal-hal yang tidak disukai. Namun, dibalik itu Anda juga harus menanggung resiko penyakit akibat zat-zat berbahaya di dalam rokok seperti zat radioaktif.

Sebenarnya tanpa disadari oleh para perokok, bahwa selama mereka merokok, mereka telah terpapar radiasi salah satu gas radioaktif alam yaitu gas radon yang terdapat dalam daun tembakau. Radioaktif alam ini berasal dari pupuk fospat (P) yang dipupukkan pada daun tembakau sehingga gas radon terakumulasi di dalam tembakau. Sehingga perokok akan mudah terkena kanker paru-paru karena radiasi dari gas radon tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru.

Menurut perkiraan risiko kematian akibat gas radon mencapai 0,005%. Di Amerika Serikat misalnya dari sekitar 200 juta penduduknya diperkirakan ada 10-20 ribu orang meninggal karena menghirup gas radon.

Karena itu USA adalah negara yang pertama melakukan larangan merokok di tempat umum maupun di jalanan.

Apakah itu Radon?

Radon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan nomor atom 86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif. Radon terbentuk dari penguraian radium,yang merupakan salah satu dari rangkaian peluruhan uranium.
Ra-226 ---> Rn-222 + sinar alpha

Radon merupakan satu-satunya hasil peluruhan dari uranium yang berwujud gas. Sedangkan hasil yang lain berupa Po-218 (polonium-218) dan Pb-214 (timbel-214) yang meluruh menjadi Po-210 dan Pb-210. Gas Radon juga yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan. Rn-222 mempunyai waktu paruh 3,8 hari dan digunakan dalam radioterapi. Radon dapat menyebabkan kanker paru paru, dan bertanggung jawab atas 20.000 kematian di Uni Eropa setiap tahunnya

Di Indonesia sendiri diketahui beberapa bahan bangunan seperti asbes dan gypsum yang banyak digunakan sebagai atap, semen, dan lain sebagainya mengandung bahan radioaktif. Di Swedia yang beriklim dingin sehingga rumah-rumah dibuat dari tembok yang tebal dengan ventilasi yang sedikit. Karena itu penumpukkan gas radon dalam rumah menjadi berlebih sehingga ada beberapa rumah yang mengandung unsur radioaktif alam seperti U-238, Th-232, dan K-40 di atas batas kewajaran. Kadar gas radon dalam rumah tersebut mencapai 260 Bq/m3 udara, padahal kadar wajar di udara adalah 10 Bq/m 3

Unsur Radon (Rn-222) ini setelah meluruh akan beranak unsur yang juga bersifat radioaktif yaitu polonium (Po-210) & timbel (Pb-210).Yang semuanya termasuk dalam kelompok radionuklida dengan toksisitas (tingkat keberacunan) sangat tinggi. Po-210 adalah pemancar radiasi-a, sedangkan Pb-210 adalah pemancar radiasi-ß. Kedua jenis radiasi tersebut, terutama radiasi-a, berpotensi untuk menimbulkan kerusakan sel tubuh apabila terhisap atau tertelan. Kejadian kanker paru pada perokok pun belakangan ditengarai lebih disebabkan oleh radiasi-a & bukan karena tar dalam tembakau.


Polonium (Po) sendiri adalah unsur radioaktif yang sangat beracun. Dalam asap rokok, sudah mengandung gas cyanida yang sangat beracun. Akan tetapi, polonium ini 250 ribu kali lebih beracun dari gas sianida dan hanya dibutuhkan satu gram untuk membunuh 10 juta manusia dalam tempo singkat. Kayak bom atom aja. he3x. Po inilah yang merupakan salah satu dari 69 jenis karsinogen dalam asap rokok yang ikut "dinikmati" oleh perokok pasif, yang mungkin termasuk anak istri dari perokok sendiri.


Lalu, bagaimana Po-210 & Pb-210 bisa sampai di rokok? Perhatikan gambar di bawah ini:


Tanah, sebagai tempat tumbuh tanaman tembakau yang merupakan bahan utama rokok, mengandung radium (Ra-226). Radium ini adalah induk yang nantinya dapat meluruh menjadi Radon (Rn-222) dan akhirnya Po-210 & Pb-210. Melalui akar,Po-210 & Pb-210 pun terserap oleh tanaman tembakau. Penggunaan pupuk fosfat yang mengandung kedua unsur tersebut, tentu saja, menambah konsentrasi Po-210 & Pb-210 dalam tembakau. Mekanisme lain, & ini adalah yang utama, adalah lewat daun. Po-210 & Pb-210 terendapkan pada permukaan daun tembakau sebagai hasil luruh dari gas radon (Rn-222) yang berasal dari kerak bumi & lolos ke atmosfer. Daun tembakau memiliki kemampuan tinggi untuk menahan & kemudian mengakumulasi Po-210 & Pb-210 karena adanya bulu-bulu tipis yang disebut trichomes di ujung-ujungnya. Timbel dan polonium ini mempunyai waktu paruh yang panjang selama bertahun-tahun. Diketahui bahwa Timber (Pb-210) mempunyai masa paruh 20,4 tahun. Saya belum tahu masa paruh untuk polonium. Bayangkan aja, tubuh Anda mendapat radiasi sinar radioaktif selama 20,4 th, apa tidak terjadi mutasi dalam jaringan sel paru-paru kita? Toh, banyak berita bahwa banyak penderita kanker paru-paru, 90 % adalah pecandu rokok. Hmm, alangkah baiknya orang yang merokok segera menekan kebiasaan merokoknya. Ohya, jangan juga merokok di ruang AC. Kebiasaan merokok dalam ruang ber-AC semakin memperburuk keadaan perokok
pasif, karena terjadi pemekatan radioaktif serta zat-zat berbahaya dan beracun di atas. Ingat: Ketika seseorang merokok, partikel-partikel halus (atau bisa disebut asap rokok) dapat mengendap di organ pernapasan, bahkan dapat terbawa sampai ke hati, limpa, dan sumsum tulang. Karena semua yang dihirup dalam paru-paru kita, kemungkinan besar dapat terbawa ke aliran darah. Tentu saja, darah akan melewati hati yang berfungsi sebagai penyaring darah. Nah, bagaimana jika kena kanker hati? Pokoknya, banyak deh penyakit yang berakar dari kebiasaan merokok. Jadi, jika Anda merokok, tolong berbaik hati untuk memilih tempat yang sepi. Kasian perokok pasif, dimana faktor rentan terkena polusinya lebih besar daripada yang perokok. Sebenarnya zat nikotin dalam rokoklah yang menyebabkan kecanduan. Tahukah Anda, nikotin emang tidak terlalu berbahaya, tapi hasil dari pembakaran rokoklah yang lebih berbahaya. Selain zat radioaktif ini, masih banyak unsur dan senyawa beracun siap men-dropping kesehatan para perokok.

Make your life good. So, i hope you'll may get luck...
Thanks for reading...

Lihat juga:
!!--Penggunaan Radioaktif
!!--Melacak Jejak dengan radioisotop

Sumber:
suarapembaca.detik.com
fitzania.com
liputan6.com

Apa kandungan dalam cabai, kok bisa pedas?

Ngomong-ngomong masalah cabe di dunia maya, sudah jarang dibahas, betul gak? Pasti tertutup oleh berita embargo film dan berita ubertwitter yang jadi ubersoc. Walaupun begitu, suatu saat berita cabai akan meluas lagi, cuz harga cabe toh gak turun-turun kan. Masak di tempatku (Nganjuk) cabe rawit merah seminggu lalu jadi 110 ribu per kg... Sampai-sampai satu biji cabai dihargai Rp300 - Rp500....Stress, gila, edan deh,he3x. Malahan hari Kamis [17-2-2011], berita dari SCTV di liputan6.com, bilang bahwa harga cabe di Bali tembus 125ribu/kg. Padahal januari lalu masih 100rb. Hal ini karena faktor cuaca saat transportasi cabai dari Jawa memburuk sehingga pasokan cabe menurun.
Menurutku harga mahal ini hanya cocok untuk cabai yang terpedas di dunia. hahaha,tapi apa ya? Tapi, baru-baru ini banyak kabar bahwa semakin meningkatnya cabe impor, saudara-saudara, terutama dari Thailand. Ibu-ibu yang sedang ke pasar, pasti paling tidak menjumpai jenis cabe impor ini. Dikutip dari detikSurabaya: seperti di Tuban 2011/02/22, cabai impor dari Thailand mulai membanjiri pasar-pasar tradisional di wilayah Kabupaten Tuban. Masuknya cabai sekitar sepekan terakhir itu mengakibatkan harga cabai lokal anjlok. jika semula harga cabai lokal bertengger pada kisaran Rp 90.000 per Kg, kini mulai turun menjadi Rp 70.000 per Kg. Sementara harga cabe impor berkisar Rp 40.000 per Kg.


Dikutip juga dari KBR68H, Madiun, bahwa di Pasar Besar Madiun misalnya, dalam sepekan ini harga cabai rawit masih berkisar antara 90 ribu hingga 95 ribu Rupiah per kilonya. Meskipun cabai impor sudah masuk ke pasaran, namun belum bisa menekan tingginya harga cabai rawit. Menurut Darmi, salah satu pedagang, tingginya harga cabai dipengaruhi sedikitnya pasokan cabai yang ada. Selain itu, permintaan konsumen akan cabai rawit lokal masih cukup tinggi. Menurut Darmi meski harga cabai impor relatif murah berkisar Rp. 60.000 hingga Rp 65. 000 per kilo namun peminatnya kurang.

“Katanya yang impor itu katanya nanti kalau nggak pedas. Rasanya agak langu gitu loh katanya. Ya getir. Nggak ada rasa seperti cabai rawitnya sendiri.”

Selain harga cabai rawit yang masih cukup tinggi, harga bawang putih juga mulai mengalami kenaikan. Jika sebelumnya per kilonya bisa dibeli seharga 17 Ribu rupiah, kini, harganya naik hingga 22 Ribu rupiah. Sedangkan harga tomat, dan cabai merah besar, justru mengalami penurunan hingga 200 persen. Jika sebelumnya harga tomat Rp 8000 per kilonya, sekarang hanya Rp. 2500.

Nah, tuh kan. Masyarakat sebenarnya masih suka cabai lokal, tetapi karena harga tinggi beralih ke cabe impor. Walapun tidak sepedas cabai lokal, yang penting harga cabai impor dari Thailand lebih murah dan peranan cabai sebagai pelengkap bumbu terpenuhi dalam masakan. Wah, apa ya kata dunia jika cabe tidak terlahir ke bumi? Melihat dari peristiwa di lingkungan kita, mungkin sekilas kita bisa menyimpulkan kalau cabe memang penting dalam memasak dan menjadi kebutuhan pangan. Saya juga merasakan saat mau membuat nasi goreng. Rasanya seperti kurang tanpa sensasi pedas di bumbunya. Begitukah saudara-saudara? Mungkin ada juga yang tidak suka pedas. Teman saya ada yang peka terhadap pedas. Saya buat nasi goreng dengan lomboknya satu biji aja, teman saya bilang "eh, kok pedes". He3x. Emang ketajaman lidah seseorang berbeda. Ada yang kuat pedes dan ada yang tidak suka.
Ngomong-ngomong soal cabe, apa ya cabe terpedas di dunia? Saya belum pernah coba macam-macam cabe, cuz mag saya bisa kambuh. he3x. However, paling tidak dengan membaca dari pengalaman seseorang, itupun sudah cukup untuk mengetahui rasa cabe yang belum kita ketahui atau yang belum kita rasakan.

Cabai adalah tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabe yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabe bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok". Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai. Tapi tahukah anda bahwa ada ukuran resmi untuk mengukur tingkat kepedasan cabai?
Tingkat kepedasan cabai dapat di ukur dengan menggunakan skala Scoville Heat Unit (SHU). Skala ini ditemukan pada tahun 1912 oleh seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, Wilbur Scoville dengan menggunakan metode Scoville Orgaoleptic Test. Metodenya cukup sederhana, yaitu dengan mencampur ekstrak cabai dengan air gula. Campuran ini kemudian di ukur kepedasannya oleh para panelis yang biasanya terdiri dari 5 orang. Air gula akan di tambahkan secara terus menerus hingga rasa pedas tidak terdeteksi oleh para panelis tersebut. Tingkat pencampuran itu memberikan ukuran bagi skala Scoville ini. Cabai manis yang tidak mengandung capsaicin sama sekali, pada skala Scoville nilainya nol. Sebaliknya, cabai yang mempunyai peringkat 300.000 menunjukkan bahwa ekstraknya harus dicampurkan 300.000 kali lipat sebelum capsaicin yang hadir di dalamnya tidak terasa lagi. Metode ini masih memiliki kekurangan karena adanya potensi subyektivitas dari panelis yang menguji. Karena itu saat ini sedang di kembangkan juga metode HPLC .
Dari beberapa jenis cabai yang pernah di teliti, Dorset Naga Jolokia dari India di nobatkan sebagai cabai terpedas di dunia versi Guinees Book of Record dengan rating hingga 1.041.247 SHU, setelah menumbangkan Cabai Red Savina Habanero dari Meksiko yang memiliki rating hingga 577.000 SHU. Sekarang juga muncul, infinite chili dari kota Kota Grantham yang meng-klaim sebagai cabai terpedas di dunia saat ini.
Cabai yang paling tidak pedas adalah paprika atau bell pepper, karena buah ini tidak mengandung capsaicin dengan SHU sebesar 0 (nol).
Berikut ini adalah daftar skala kepedasan scoville (dari en wikipedia) :
Skala Scoville Jenis Cabai
15,000,000–16,000,000 Capsaicin murni
9,100,000 Nordihydrocapsaicin
2,000,000–5,300,000 Semprotan cabai standar Amerika
855,000–1,041,427 Naga Jolokia
350,000–577,000 Red Savina Habanero
100,000–350,000 Habanero Chile, Scotch Bonnet
100,000–200,000 Rocoto, Jamaican Hot Pepper
50,000–100,000 Thai Pepper,Malagueta Pepper, Chiltepin Pepper
30,000–50,000 Cayenne Pepper, Ají pepper, Tabasco pepper
10,000–23,000 Serrano Pepper
7,000–8,000 Tabasco Sauce (Habanero)
5,000–10,000 Wax Pepper
2,500–8,000 Jalapeño Pepper
2,500–5,000 Tabasco Sauce (Tabasco pepper)
1,500–2,500 Rocotillo Pepper
1,000–1,500 Poblano Pepper, Texas Pete sauce
600–800 Tabasco Sauce (Green Pepper)
500–1000 Anaheim pepper
100–500 Pimento, Pepperoncini
0 No heat, Bell pepper / Paprika




Nah inilah keterangan lebih lanjut mengenai cabe-cabe berdasarkan tingkat kepedasannya yang diukur menggunakan Scoville rating.
1. Bell pepper

Scoville rating: 0
Bell pepper ini adalah sejenis paprika, biasanya terdapat dalam 4 warna, yaitu merah, kuning, hijau, oranye. Bell Pepper kadang dikelompokkan ke dalam cabe yang kurang pedas atau "sweet peppers". Namun terdapat paprika langka berwarna putih dan ungu, tergantung dimana mereka ditanam dan dari varietas apakah mereka. Paprika hijau berasa lebih pahit dibandingkan dengan paprika merah, kuning atau oranye.

2. Pimento

Scoville rating: 100-500
Pimento atau cabe cheri adalah cabe yang besar, merah berbentuk seperti hati, panjang antara 7 - 10 cm lebar 5-7 cm. Daging buahnya termasuk manis, berair, dan lebih beraroma dibandingkan dengan paprika merah. Namum beberapa varietas dari pimento ini cukup pedas. Pimento atau pimentão sendiri adalah bahasa Portugis dari "bell pepper".

3. Anaheim Pepper

Scoville rating : 500-2500
Nama Anaheim sebenarnya adalah nama sebuah daerah. Nama itu diberikan karena ada seorang petani bernama Emilio Ortega yang membawa benih cabe ini ke daerah Anaheim pada awal tahun 1900. Sebutan lainnya adalah California Chile atau Magdalena. Varietas cabe ini yang tumbuh di New Mexico memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi, yaitu sekitar 4500 sampai 5000 Scoville units.

4. Jalapeño

Scoville rating : 2500-8000
Bentuknya kaya terong, tapi itu bukan terong, itu cabe jalapeño. Cabe ini sudah termasuk panas, dan sudah dapat memberikan sensasi terbakar saat memakannya (pedas). Panjang cabe ini antara 5 - 9 cm. Cabe ini berasal dari Meksiko. Di Meksiko terdapat lahan seluas 160 km persegi yang hanya digunakan untuk menanam cabe jenis ini! Daerahnya terutama di lembah sungai Papaloapan, sebelah utara Veracruz

5.Serrano Pepper


Scoville rating : 10.000-23.000
Cabe ini juga dari Meksiko, di daerah pegunungan Meksiko. Rasa pedasnya menggigit, lebih pedas dari jalapeño, dan biasanya dimakan mentah - mentah. Bentuknya memang mirip dengan cabe rawit dari Indonesia, tapi ini adalah spesies yang berbeda.

6.Cayenne pepper

Scoville rating : 30.000-50.000
Merah Cabe! Benar-benar cabe yang menunjukkan ke-cabe-annya melalui warnanya. Cabe ini namanya Cayenne atau Guinea Pepper atau Bird Pepper. Cabe ini adalah cabe merah yang pedas, digunakan untuk bumbu masakan ataupun untuk keperluan medis. Namanya berasal dari kota Cayenne di French Guiana. Cabe ini digunakan untuk masakan pedas, baik dalam bentuk utuh ataupun bubuk. Bahkan cabe ini juga digunakan untuk herbal.

7.Thai Pepper

Scoville rating: 50.000–100.000
Thai Pepper dalam bahasa Indonesia: Cabe Rawit ;Sunda: Cengek ;bhs Thailand Thai: พริกขี้หนู phrik khi nu; Tagalog:siling labuyo. Cabe ini banyak terdapat di Thailand dan tetangganya seperti Kamboja, Vietnam, Indonesia, dan sekitarnya. Ternyata orang Indonesia memang kuat pedas, buktinya cabe yang biasa "dimakan" sehari-hari saja berada di ke-4. Tapi, cabe yang berasal dari thailand masih kalah pedas dari cabe indonesia, mungkin juga dipengaruhi tempat dan kualitas.

8.African Birdseye
Piri - piri
Cabe ini aslanya dari benua Afrika dan sangat-sangat 'spicy' dan biasanya dipakai sebagai bumbu masakan ala Portugis. Nama kerennya adalah Piri-Piri. di daerah timur Afrika, saus cabe ini dipergunakan sehari-hari sebagai bumbu masakan, seperti untuk masakan ayam dan makanan pedas lainnya. Warnanya bisa merah, kuning atau ungu.

Tanaman cabe ini amat rimbun dan tumbuh di ketinggian 45 -120 centimeter, dengan panjang daunnya 4–7 cm dan lebarnya 1.3 - 1.5 cm. Buah cabenya meruncing ke bentuk yang tumpul dan panjang buahnya mencapai 8 - 10 centimeter. Jika belum matang, warna buahnya adalah hijau dan menjadi merah atau ungu jika matang. Beberapa vaitas cabe ini dapat memiliki nilai SHU(Scoville Heat Units: satuan pedas Scoville) sampai 175,000.

9. Cabai Datil(mencapai 300,000 SHU)
Datil
Cabe ini sering dibandingkan dengan Habanero, tetapi bisa jadi lebih banyak variasinya lagi. Menurut beberapa orang, Datil tidak terlalu berbeda dengan Habanero, namun studi menunjukkan bahwa Habanero rasanya sedikit lebih pedas. Datil ditanam di daerah Florida, dimana telah digjadikan bahan pembuatan saus dan produk lainnya selama lebih dari 20 tahun.
Datil ditanam di seluruh Amerika Serikat dan tempat lain, tetapi sebagian besar diproduksi di St Augustine, Florida. Meskipun dari sumber pengetahuan setempat menunjukkan cabe ini dibawa ke St Agustinus oleh pekerja dari daerah Menorca di akhir abad 18 dan hal itu menunjukkan bahwa asalnya dari negara Chili sekitar tahun 1880 oleh seorang pembuat jelly bernama SB Valls. Cabe Datil digunakan oleh komunitas Minorcan sebagai makanan dan ditunjukkan di banyak resep yang mereka pergunakan.Banyak produsen komersial ini di St Augustine dan juga telah diadakan festival tahunan untuk tanaman cabe Datil.

10. Habanero pepper

Scoville rating : 100.000–350.000
Saat mentah berwarna hijau, saat matang warnanya oranye atau merah. Namun kadang terlihat juga warna putih, coklat dan bahkan pink! Ukuran panjang sekitar 2-6 cm. Cabe ini banyak berasal dari Yucatan dan daerah sekitar pantainya. Nama cabe ini berasal dari kota di Cuban, kota di La Habana. Walaupun tempat itu bukanlah tempat asalnya, namun cabe ini banyak deperjualbelikan disana.

11. Red Savina Pepper

Scoville rating : 350.000-580.000
Cabe ini adalah varietas khusus dari cabe Habanero, yang dikembangbiakkan khusus agar mendapat cabe yang lebih pedas, besar dan berat. Frank Garcia di Walnut, California adalah pengembang cabe Red Savina ini. Metodenya masih rahasia dan tidak diketahui umum. Cabe ini memegang rekor sebagai cabe terpedas di dunia dari tahun 1994 sampai 2006 dan dicatat oleh Guinness World Records. Namun pada Februari 2007, cabe ini harus turun dari singgasananya, dikalahkan oleh cabe Bhut Jolokia.

12.Bhut Jolokia (a.k.a Naga morich, Naga Jolokia)

Scoville rating : 855.000-1.050.000
Cabe ini telah dikonfirmasikan oleh Guiness World Record sebagai cabe terpedas di dunia pada Februari tahun 2007, menggantikan Red Savina. Cabe ini berasal dari daerah Assam di timur laut India, cabe ini juga tumbuh di Nagaland dan Manipur. Terdapat sedikit keraguan mengenai spesies dari cabe ini, apakah masuk ke dalam capsicum frutescens atau capsicum chinense, namun berdasarkan tes DNA diketahui bahwa ini adalah spesies hibrida, dengan dominan capsicum chinense dan sedikit capsicum frutescens. Cabe ini memiliki banyak nama mulai dari Naga Jolokia, Ghost Pepper atau California Death Pepper. Cabai ini dinamai cabai setan (ghost pepper), mungkin karena setan pun gak mau makan cabe itu karena pedas banget, atau mungkin yang makan cabai itu akan teriak-teriak mengusir setan.hahaha. Ohya, saya baca di page ini tentang orang di jogja yang pernah nanam cabai ini, bilang kalau rasa pedasnya kurang nendang. Dia menyimpulkan kalu faktor cuaca yang mempengaruhinya. Saya pikir pendapatnya benar, kepedasan suatu cabe tergantung dari kosentrasi air dalam cabe tersebut. Jika terlalu banyak, mungkin tidak pedas, mengingat wilayah Indonesia sekarang kan sering hujan. Juga ada yang bilang, kalau cabe pada musim panas lebih pedas daripada cabe musim gugur.

13.Cabe dengan kepedasan extraordinary: infinity chili

Cabai yang dikenal dengan infinity chili ini berhasil mengalahkan rekor Bhut Jolokia sebagai cabe terpedas didunia, dengan satuan ukuran rasa pedas sebesar 1,17 juta skala scoville. Sungguh luar biasa. Pengen coba? Lebih baik jangan, bisa kebakaran hutan nanti, hahaha... just Kidding. Berikut cerita selengkapnya dari vivanews:
Cabe ini berasal dari Kota Grantham, kota yang cukup masyur sebagai kota kelahiran Mantan Perdana Mentri Inggris, Margaret Thatcher. Kini, kemasyurannya bertambah setelah kota yang terletak di Lincolnshire ini menjadi kota pengekspor cabai terpedas di dunia. Petani setempat tengah mengembangkan cabai dengan tingkat kepedasan mencapai 1,17 juta skala scoville, satuan ukuran rasa pedas.
Tingkat kepedasan yang sungguh luar biasa hingga mendapat peringatan kesehatan. Bahkan, masuk dalam Guinness Book of Records, mengalahkan cabai sebelumnya Bhut Jolokia, dari India.
Dikembangkan oleh Nick Woods, 39, budidaya cabai 'infinity chili' tersebut dilakukan di rumah kaca. Penemuan cabai itu bermula dari sebuah 'kecelakaan' persilangan cabai.
"Aku tidak sengaja untuk mengembangkannya. Aku melakukan persilangan cabai di rumah kaca. Suatu hari aku melihat ada tanaman cabai baru yang tumbuh," kata Woods, seperti dikutip dari Telegraph.
"Ketika saya mencoba, rasanya cukup enak, seperti rasa buah yang aneh, tetapi kemudian ada rasa tertunda yang kemudian sangat pedas. Tiba-tiba saya merasa seperti terbakar di bagian belakang tenggorokan, sangat panas sehingga saya tidak bisa berbicara," katanya.
Setelah mencobanya, Woods merasa gemetaran tidak terkontrol. Ia merasa sakit secara fisik. "Saya tidak merekomendasikan siapapun memakannya dalam keadaan mentah," katanya.


Itu dia juara cabai yang terpedas di dunia. Nah, sekarang, saya pengen makan olahan dari cabe yaitu sambal. Dah tahu belum, sambal bisa mencegah stroke dan impotensi, lho. Gak usah terlalu jauh cari obat jika belum kena penyakit, lebih baik cari pencegah sebelum penyakit itu datang, betul gak? Ntahlah..hahaha.

Berikut adalah informasi tentang sambal:

Di balik nikmatnya sambal, yang juga mampu merangsang nafsu makan, terdapat zat-zat gizi yang dapat mencegah terjadinya stroke, penyakit jantung, dan impotensi.
Sambal tentu bukan merupakan makanan yang asing bagi kita. Bagi mereka yang menyukai rasa pedas, sambal menjadi menu favorit yang harus selalu ada di meja makan. Tanpa kehadiran sambal, beberapa jenis hidangan menjadi terasa hambar dan kehilangan makna.

Sambal memang merupakan menu yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Sebuah restoran atau rumah makan bisa sangat terkenal dan ramai hanya karena sambalnya yang sangat enak. Bagi yang menyukainya, sambal dapat membuat selera makan meningkat.

Masyarakat Padang menyebut sambal sebagai King of Food. Buat mereka, tanpa sambal layaknya makan nasi tanpa garam. Masyarakat Sunda juga merupakan salah satu penggemar sambal yang sering dicocol dengan lalapan.

Bahan utama pembuatan sambal adalah cabai yang dihancurkan, sehingga keluar kandungan airnya dan ditambahkan dengan bahan-bahan lain seperti garam, cuka, dan terasi.

Sambal merupakan salah satu ciri khas hidangan masyarakat Melayu yang gemar makanan pedas. Saat ini sambal sudah ada yang dijual dalam kemasan. Namun, masih banyak masyarakat yang lebih senang membuat sambal sendiri. Cara ini lebih sesuai dengan selera.

Jenis Sambal

Di Indonesia, ada bermacam-macam Sambal yang berasal dari berbagai macam suku. Suku Padang biasanya lebih menyukai sambal yang sangat pedas, sedangkan suku Sunda lebih menyukai sambal yang manis.

Suku Tionghoa keturunan Pontianak menyukai sambal yang merupakan kombinasi cabai rawit dan kecap asin. Sementara suku Tionghoa keturunan Bangka lebih menyukai sambal yang merupakan kombinasi cabai rawit dengan cuka makan.

Masyarakat Sulawesi menyukai sambal yang dikombinasi dengan tomat hijau, sedangkan penduduk Sumatera Selatan sangat menyukai sambal lingkung. Sambal lingkung dibuat dari campuran cabai merah, kelapa parut yang telah disangrai, dan daging ikan giling. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan tenggiri dan ikan gabus.

Ada beberapa jenis sambal yang terkenal antara lain sambal asam, yaitu sambal yang menggunakan asam jawa. Ada pula sambal bajak. Cabai yang digunakan untuk membuat sambal ini digoreng terlebih dahulu dengan minyak, ditambah dengan bawang putih, terasi, dan bumbu-bumbu lainnya.

Selain itu, ada pula sambal balado yang merupakan ciri khas masyarakat Minangkabau. Cabai untuk membuat sambal ini digoreng dengan minyak, bawang putih, bawang merah atau bawang bombai, tomat, garam, dan jeruk nipis.

Ada pula sambal yang dikombinasikan dengan sea food. Masyarakat Pontianak biasa juga mengonsumsi sambal belacan, yaitu sambal yang dicampur dengan udang yang dilumatkan. Sambal ini juga dapat digabung dengan bahan lain, seperti kangkung untuk menghasilkan sambal kangkung atau dengan cumi-cumi untuk menghasilkan sambal sotong, dan dengan telur untuk menjadi sambal telur.

Sambal juga biasa dikombinasikan dengan rempah-rempah asli Indonesia, seperti sambal kemiri yang mengandung kemiri. Di Jawa sangat terkenal sambal manis yang merupakan kombinasi cabai, bawang, dan gula. Selain itu, ada pula sambal pencit, yaitu sambal yang dicampur dengan irisan buah mangga muda.

Bagi yang sangat menyukai cabai, pasti mengenal sambal setan. Sambal ini sangat pedas karena menggunakan cabai Madame Jeanette. Cabai Madame Jeanette memiliki warna kuning atau hijau muda. Cabai ini terkenal memiliki rasanya sangat pedas dan bau wangi yang khas. Namun, dari semua jenis sambal, tampaknya sambal terasi merupakan sambal yang paling terkenal.

Membangkitkan Sensasi

Di luar dugaan kita, sambal sesungguhnya merupakan bahan makanan kaya zat gizi. Cabai rawit yang merupakan komponen utama pembuatan cabai banyak mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A), mengalahkan buah-buahan populer seperti mangga, nanas, pepaya, atau semangka. Bahkan kadar mineralnya, terutama kalsium dan fosfor, mengungguli ikan segar.

Sementara itu, kandungan vitamin C cabai hijau justru jauh lebih besar daripada cabai rawit. Meski demikian, asupan sambal dalam menu kita sehari-hari sangat kecil, sehingga asupan gizi yang didapat dari sambal juga sangat kecil. Komposisi zat gizi aneka cabai dapat dilihat pada tabel berikut.


Tabel Kandungan zat gizi per 100 gram aneka cabai
Komponen gizi
Cabai rawit (segar)
Cabai merah besar (segar)
Cabai hijau besar (segar)
Cabai merah besar (kering)
Energi (kkal)
103
31
23
311
Protein (g)
4,7
1
0,7
15,9
Lemak (g)
2,4
0,3
0,3
6,2
Karbohidrat (g)
19,9
7,3
5,2
61,8
Kalsium (mg)
45
29
14
160
Fosfor (mg)
85
24
23
370
Besi (mg)
2,5
0,5
0,4
2,3
Vitamin A (SI)
11.050
470
260
576
VitaminB1(mg)  
0,24
0,05
0,05
0,40
Vitamin C (mg)
70
18
84
50
Air (g)
71,2
90,9
93,4
10
sumber: Direktorat Gizi, Depkes (1992)

Unsur pedas pada cabai terdapat pada komponen kapsaisin yang tersimpan dalam urat putih Cabai, tempat melekatnya biji. Banyak orang membuat sambal dengan membuang biji cabai bersama uratnya untuk mengurangi rasa pedas. Padahal, khasiat terbesar pada cabai terletak pada komponen kapsaisinnya.

Kapsaisin (wikipedia.org)

Dari wikipedia: Kapsaisin (8-metil-N-vanilil-6-nonenamida) termasuk di dalam Kapsaisinoid, yaitu zat pedas yang ada dalam tumbuh-tumbuhan, seperti cabai.
Rasa pedas ini muncul karena kapsaisin menciptakan isyarat yang sama bagi otak seperti saat kulit terkena panas. Berbeda dengan panas, rasa panas dari lidah ini hanya "rasa", bukan terbakar sesungguhnya.
Polisi sering menggunakan kapsaisin untuk menggendalikan massa demonstran. Cairan kapsaisin ini lazim disebut "gas airmata", yang mudah membuat iritasi orang.
Tidak semua makhluk bisa merasa pedas. Burung misalnya, sama sekali tidak dapat merasakan pedas. Jadi burung bisa mengudap cabai dengan leluasa. Penggemar burungpun sering mencampur makanan dengan kapsaisin agar tidak dimakan bajing. Bajing peka terhadap pedas, sedangkan burung sama sekali tidak berpengaruh.
Skala untuk rasa pedas Capsaicin: Rasa pedas ini diukur dengan skala yang disebut Scoville. Kapsaisin murni mengandung 15 juta Scoville.
Kapsaisin adalah kapsaisinoid yang utama didalam cabai yang diikuti oleh dihidrokapsaisin. Dua campuran ini juga adalah kapsaisinoid yang dua kali lebih panas dari nordihidrokapsaisin, homodihidrokapsaisin, dan homokapsaisin.
Berikut adalah daftar senyawa di dalam cabai dengan tingkat kepedasannya (jika keadaan murni):
1. Kapsaisin (C)
Persentase kandungan rata-rata 69% dengan skala Scoville 15.000.000.
Chemical structure of capsaicin
Kapsaisin adalah zat nonpolar, tidak bisa dicampur air, persis seperti minyak. Jadi jika terasa pedas tidak akan sembuh dengan meminum air karena kapsaisin tidak larut, bahkan dengan air kapsaisin bisa merata di dalam rongga mulut.
Cara terbaik menghilangkan pedas adalah dengan lemak atau minyak. Kedua zat itu melarutkan kapsaisin sehingga mudah lenyap dari dalam mulut. Kapsaisin juga memiliki efek antikoagulan.

2. Dihidrokapsaisin (DHC)
Persentase kandungan rata-rata 22% dengan skala Scoville 15.000.000.
Chemical structure of dihydrocapsaicin

3. Nordihidrokapsaisin (NDHC)
Persentase kandungan rata-rata 7% dengan skala Scoville 9.100.000.
Chemical structure of nordihydrocapsaicin

4. Homodihidrokapsaisin (HDHC)
Persentase kandungan rata-rata 1% dengan skala Scoville 8.600.000
Chemical structure of homodihydrocapsaicin

5. Homokapsaisin (HC)
Persentase kandungan rata-rata 1% dengan skala Scoville 8.600.000
Chemical structure of homocapsaicin


Menurut Apriadji (2001), kapsaisin bersifat antikoagulan, dengan cara menjaga darah tetap encer dan mencegah terbentuknya kerak lemak pada pembuluh darah. Kegemaran makan sambal memperkecil kemungkinan menderita penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis), sehingga mencegah munculnya serangan stroke dan jantung koroner, serta impotensi.

Kapsaisin juga baik dikonsumsi ketika sakit kepala menyerang. Rasa pedas dari kapsaisin dapat menghalangi aktivitas otak ketika menerima sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf. Terhambatnya perjalanan sinyal ini akan mengurangi rasa sakit. Pada saat yang sama kapsaisin akan mengencerkan lendir, sehingga dapat melonggarkan penyumbatan pada tenggorokan dan hidung, termasuk sinusitis.

Kapsaisin juga bermanfaat sebagai antiradang dan mengobati bengkak dan bisul. Namun, menurut Irna (2005), konsumsi kapsaisin tidak boleh berlebihan karena dapat meningkatkan asam lambung sehingga menyebabkan sakit perut.

Bila kita mengonsumsi makanan dengan sambal, biasanya selera makan meningkat. Hal itu disebabkan komponen kapsaisin pada cabai yang bersifat stomatik, yakni dapat meningkatkan gairah makan. Kapsaisin juga mempunyai kemampuan untuk merangsang produksi hormon endorfin, yang mampu membangkitkan sensasi kenikmatan, sehingga kita terus ingin mengonsumsinya.

Cabai Sebagai Bahan Utama

Cabai sudah dikenal sejak jaman prasejarah. Para arkeolog di Ekuador menemukan bukti bahwa cabai telah digunakan dalam masakan lebih dari 6.000 tahun yang lalu.

Berdasarkan publikasi pada majalah Science, orang-orang di daerah Ekuador merupakan orang pertama yang mengonsumsi cabai. Temuan itu mengindikasikan bahwa penduduk di zaman itu telah membuat sambal cabai yang dikombinasikan dengan jagung dan biji-bijian lainnya.

Cabai terdiri dari bemacam-macam jenis. Cabai yang dijual di pasar tradisional dapat digolongkan dalam dua kelompok, yaitu cabai kecil (Capsicum frustescen) dan cabai besar (Capsicum annuum). Kita biasa menyebut cabai kecil sebagai cabai rawit, sedangkan yang besar sebagai cabai merah.

Karena rasanya yang pedas, dalam buku-buku masakan Barat, cabai rawit dan cabai merah dimasukkan ke dalam kelompok cabai pedas (hot chilli pepper). Masyarakat Barat sendiri sangat menggemari cabai paprika. Cabal paprika termasuk dalam golongan cabai manis (sweet chili pepper) karena rasanya kurang pedas dan bercampur sedikit manis. Di Indonesia, cabal paprika biasa digunakan sebagai sayur.

Cabai yang paling sering digunakan untuk pembuatan sambal adalah cabai rawit. Cabai rawit ketika muda berwarna hijau muda, lalu berangsur menjadi merah tua. Cabai rawit yang sering kita konsumsi adalah cabai rawit ceplik. Cabai rawit ceplik mempunyai bentuk yang montok dan berujung tumpul.

Pernah dengar cabai puyang? Di Jawa, orang sering memesannya pada penjual jamu gendong. Dan kebanyakan yang memesan cabai puyang ini adalah perempuan yang baru saja melahirkan. Mengapa? Karena racikan cabai puyang diyakini dapat membersihkan rahim dan menyegarkan badan karena kepenatan atau kelelahan.
Cabai puyang, sebenarnya adalah suatu racikan dimana salah satu bumbunya adalah cabai jawa (piper retrofractum) yang mengandung sejumlah unsur kimia yang memiliki unsur penghilang lelah dan penyembuh penyakit. Bagian buahnya mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmetic acids, tetrahydropiperic acids, 1 undecylenyl-3, 4-methylenedioxy benzene, piperidin, minyak asiri, N-isobutyldeka-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan menekan susunan saraf pusat. Sementara bagian akar mengandung pepirine, piplartine, dan piperlonguminine.

Cabai rawit yang paling-pedas adalah cabai jemprit. Kalau tidak hati-hati, cabai ini ketika dikonsumsi dapat mengakibatkan tersedak, batuk-batuk, bersin-bersin, atau cegukan. Cabai jemprit mempunyai bentuk kecil pendek, berujung runcing, berwarna hijau gelap dan merah setelah tua. Masyarakat Sunda menyebutnya sebagai cengek. Untuk teman makan gorengan biasanya digunakan cabai rawit yang masih muda sekali, sehingga tidak terlalu pedas rasanya.

Selain itu, masih ada cabai putih. Cabai putih merupakan salah satu jenis cabai rawit yang bentuknya menyerupai cabai jemprit; tetapi warnanya kuning pucat. Setelah tua, cabai jemprit akan berwarna merah muda hingga jingga. Cabai putih memiliki rasa lumayan pedas. Cabai putih yang berukuran besar dikenal sebagai cabai manado karena banyak digunakan dalam masakan Manado seperti tinorangsak.

Cabai merah yang berukuran besar juga sering dibuat sambal. Bentuknya ada bermacam-macam; mulai dari yang runcing mengerucut dan ada pula yang membulat. Kulit cabai merah tebal dan rasanya kurang pedas. Cabai merah, sering dinamakan cabai Bali karena lazim digunakan dalam masakan Bali.

Jenis cabai lain yang sering digunakan untuk membuat sambal adalah cabai keriting. Cabai keriting sering disebut cabai padang karena lazim digunakan dalam masakan Padang. Sambal yang menggunakan cabai keriting jauh lebih pedas dibandingkan dengan sambal yang menggunakan cabai merah. Hal itu disebabkan cabai keriting mempunyai ukuran lebih kecil dan kadar airnya lebih sedikit, sehingga komponen penyebab rasa pedasnya, yaitu kapsaisin, menjadi relatif lebih banyak.

Meskipun sangat jarang, beberapa orang juga membuat sambal dari cabai paprika. Terdapat dua jenis paprika, yaitu paprika manis yang bentuknya besar dan paprika pedas yang bentuknya lebih kecil. Paprika umumnya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi merah. Ada pula paprika yang setelah tua berwarna jingga. Sambal yang terbuat dari paprika kurang pedas tetapi lebih renyah dengan aroma khas paprika yang harum.

Untuk membuat sambal, cabai kering jauh lebih nikmat karena lebih pedas. Sebelum dibuat sambal, cabai sebaiknya dijemur terlebih dahulu. Setelah itu, cabai dipanggang atau dibakar hingga sedikit gosong. Cabai kering bisa digunakan utuh atau dipotong-potong.

Kiat Hilangkan Rasa Pedas

Salah satu sensasi makan sambal adalah rasa pedasnya. Orang sering berupaya menghilangkan rasa pedas dengan mengonsumsi air dingin, padahal cara tersebut kurang efektif.

Untuk mengurangi rasa pedas, cobalah konsumsi susu atau yoghurt sebagai makanan penutup. Kasein susu akan melarutkan kapsaisin, sehingga rasa pedasnya secara berangsur-angsur menjadi berkurang. Rasa pedas juga dapat dihilangkan dengan mengunyah sekepal kecil nasi atau sepotong roti tawar hingga terasa manis.

Mengonsumsi gorengan yang lembab, seperti tempe goreng atau bakwan goreng, perlahan-lahan juga dapat mengurangi rasa pedas di mulut. Minyak yang terkandung dalam gorengan akan melarutkan kapsaisin, sehingga rasa pedas berangsur-angsur berkurang. Jika tidak ada gorengan, makanan penutup seperti kerupuk, rempeyek, atau rengginang, juga cukup membantu.

Hindari mengambil minuman ringan bersoda (soft drink) di kala kepedasan, apalagi minuman hangat. Langkah tersebut justru akan makin menambah panas di bibir dan memperhebat rasa pedas.
Oleh:
Prof. DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Nah, itu dia tentang sambal. Tapi, ngomong-ngomong soal sambal, cabe merah yang biasanya kita uleg, asal-usulnya berasal dari mana ya?
Berikut adalah info dari radensomad.com:
Cabai berasal dari Amerika tropis, tersebar mulai dari Meksiko sampai bagian utara Amerika Selatan. Di Indonesia, umumnya cabal dibudidayakan di daerah pantai sampai pegunungan, hanya kadang-kadang menjadi liar. Perdu tegak, tinggi 1-2,5 m, setahun atau menahun. Batang berkayu, berbuku-buku, percabangan lebar, penampang bersegi, batang muda berambut halus berwarna hijau. Daun tunggal, bertangkai (panjangnya 0,5-2,5 cm), letak tersebar.

Helaian daun bentuknya bulat telur sampai elips, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, peutulangan menyirip, panjang 1,5-12 cm, lebar 1-5 cm, berwarna hijau. Bunga tunggal, berbentuk bintang, berwarna putih, keluar dari ketiak daun. Buahnya buah buni berbentuk kerucut memanjang, lurus atau bengkok, meruncing pada bagian ujungnya, menggantung, permukaan licin mengilap, diameter 1-2 cm, panjang 4-17 cm, beutangkai pendek, rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, setelah masak menjadi merah cerah. Biji yang masih muda berwarna kuning, setelah tua menjadi cokelat, berbentuk pipih, berdiameter sekitar 4 mm. Rasa buahnya yang pedas dapat mengeluarkan air mata orang yang menciumnya, tetapi orang tetap membutuhkannya untuk menambah nafsu makan. Keanekaragaman jenis cabai merah cukup tinggi. Artinya, cabal merah memiliki beberapa varietas dan kultivar yang dibedakan berdasai-kan bentuk, ukuran, rasa pedas, dan warna buahnya. Cabai merah dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: campli, capli (Aceh), ekiji-kiji, kidi-kidi (Enggano), leudeu (Gayo), lacina (Batak Karo), lasiak, lasina (Batak Toba), lada sebua (Nias), raro sigoiso (Mentawai), lado (Minangkabau), cabi (Lampung), cabe, lasinao (Melayu). Jawa: cabe, lombok, sabrang (Sunda), lombok, mengkreng, cabe (Jawa), cabhi (Madura), tabia (Bali): Nusa Tenggara: sebia (Sasak), saha, sabia (Bima), mbaku hau (Sumba), koro (Flores), hili (Sawu). Kalimantan: sahang (Banjar), rada (Sampit), sambatu (Ngaju). Sulawesi: rica (Mana-do), bisa (Sangir), mareta (Mongondow), malita (Gorontalo), lada (Makasar), ladang (Bugis). Maluku: manca (Seram), siri (Ambon), kastela (Buru), maricang (Halmahera), rica lamo (Ternate, Tidore), maresen (Kalawat), rihapuan (Kapaon), riksak (Sarmi), ungun gunah (Berik). NAMA ASING La chiao (C), spaanse peper (B), piment, guinea pepper,cayenne pepper, red pepper (I), poivre long (P), beisbeere, spanischer pfeffer (J). NAMA SIMPLISIA Capsici Fructus (buah cabai merah).



sumber:
http://masenchipz.com/manfaat-lebih-dari-cabai
http://www.hortichain.org/site/id/publications/article/237-top5-hot-pepper.html
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=53457&page=1
melorot.blogspot.com
vivanews.com
cybertainment.cbn.net.id

Obat Anti-Kanker dari Nanopartikel

ScienceDaily - Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Brigham and Women’s Hospital menunjukkan bahwa mereka dapat mengantarkan obat kanker cisplatin jauh lebih efektif dan aman ke dalam sel tumor prostat dengan menggunakan enkapsulasi partikel yang hanya teraktivasi setelah mencapai sel target.

Cisplatin

Dengan menggunakan partikel terbaru ini para ilmuwan berhasil menghilangkan sel tumor pada tikus percobaan dengan menggunakan hanya sepertiga dari jumlah cisplatin konvensional yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang sama. Hasil studi ini merupakan kabar baik karena dapat mengurangi efek samping dari cisplatin yang dapat merusak ginjal dan sistem syaraf. Studi mereka dipimpin oleh Professor Stephen Lippard dan telah diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Pada tahun 2008 para peneliti telah mengetahui bahwa nanopartikel memiliki aktivitas tertentu terhadap pertumbuhan sel kanker. Sekarang nanopartikel ini menunjukkan hasil yang positif terhadap hewan dan besar kemungkinan akan berdampak serupa terhadap manusia, namun hal ini masih terus dikaji lebih lanjut untuk dilakukan tes terhadap manusia.

Cisplatin atau cis-diamindikloroplatina(II) (CDDP) merupakan jenis senyawa kompleks berbasis logam platinum (Pt) yang biasa digunakan sebagai obat untuk berbagai macam kanker seperti sarkoma, karsinoma (seperti kanker paru-paru dan ovarium), limfoma, dan tumor sel. Cisplatin merupakan anggota pertama jenis obat anti-kanker yang kini juga termasuk di dalamnya carboplatin dan oxyplatin. Obat ini digunakan oleh para dokter untuk mengobati kanker sejak akhir tahun 1970-an karena sifatnya yang dapat mengikat-silang (cross-linking) DNA sel kanker yang memicu kematian sel tersebut. Meskipun obat anti-kanker ini memiliki efek samping seperti kerusakan ginjal dan mual-mual, setengah dari penderita kanker di seluruh dunia yang melakukan kemoterapi menggunakan obat berbasis platina ini.

Masalah lainnya dari penggunaan cisplatin ini adalah waktu hidupnya yang sangat singkat dalam pembuluh darah. Hanya sekitar 1% dari dosis yang diberikan kepada pasien yang mempu mencapai DNA sel target, dan lebih dari setengahnya terekskresi setelah 1 jam pengobatan.

Untuk memperpanjang waktu sirkulasi dari cisplatin, para peneliti memutuskan untuk membungkus cisplatin dengan senyawa yang bersifat hidrofobik (menolak air). Pertama mereka memodifikasi obat, yang sejatinya bersifat hidrofilik (suka air), dengan dua unit asam heksanoat – sebuah fragmen organik yang hidrofobik. Hal tersebut memungkinkan cisplatin dapat terenkapsulasi dan baru aktif ketika telah mencapai sel target.

Dengan menggunakan pendekatan ini, lebih banyak obat yang mencapai tumor. Para peneliti menemukan bahwa obat nanopartikel ini tersirkulasi di dalam aliran darah selama 24 jam, sekitar 5 kali lebih lama dibanding obat yang tidak terenkapsulasi nanopartikel. Mereka juga menemukan bahwa lebih sedikit cisplatin yang terakumulasi dalam ginjal dibandingkan dengan cisplatin konvensional. Untuk membantu nanopartikel mencapai target, para peneliti juga melapisinya dengan molekul yang dapat berikatan dengan PSMA (prostate specific membrane antigen), suatu protein yang banyak ditemukan pada sel tumor prostat.

Setelah menunjukkan peningkatan waktu hidup obat nanopartikel dalam darah, para peneliti menguji keefektifan obat dengan mengobati tikus percobaan yang telah terimplan oleh tumor prostat manusia. Mereka menemukan bahwa ukuran sel kanker berkurang selama 30 hari sama seperti obat konvensional, tetapi dengan dosis hanya 30% dari yang biasanya.

Model obat nanopartikel ini dapat diaplikasikan dengan mudah ke berbagai macam obat anti-kanker, dan bahkan lebih dari satu jenis obat dalam satu enkapsulasi nanopartikel. Obat ini juga dapat didesain untuk jenis kanker lain selain kanker prostat, misalnya kanker payudara dengan menyesuaikan sel target dengan reseptor nanopartikel. Pengujian klinis pada manusia masih membutuhkan beberapa tahapan percobaan pada hewan dan dalam tiga tahun mendatang penemuan ini diharapkan sudah dapat digunakan oleh manusia.

Sumber:
Wikipedia
ScienceDaily
chem-is-try.org